15+ JENIS BAHAN KAOS TERLENGKAP

Kaos merupakan salah satu tren fashion yang ada di dunia termasuk indonesia. Bahan kaos bisa terbuat dari katun, polyster, spandek, hyget dan sebagainya.

Perkembangan kaos di indonesia pun tidak hanya sebatas kaos polos saja, akan tetapi ditambah dengan sablon yang menjadikan populer dikalangan anak muda dengan sebutan kaos distro.

Merek dagang kaos di yang ada di indonesia seperti Shining Bright, RSCH, Screamous, Cosmic, Bloods, dan lainnya. Artikel kali ini akan membahan mengenai jenis-jenis bahan kaos yang biasa digunakan untuk pembuatan kaos distro maupun kaos-kaos yang lainnya.

SEJARAH KAOS

sejarah kaos
Photo by frozenshop.com

Pada awalnya kaos hanya digunakan sebagai dalaman ketika memakai baju, kemeja, dan pakaian lainnya. Penggunaan kaos sebagai dalaman dimulai sejak awal abad 19 sampai abad 20 yang diaplikasikan oleh tentara amerika dan inggris untuk dalaman seragam mereka.

Setelah berakhirnya perang dunia ke-2, kaos menjadi tren yang dipakai oleh para veteran untuk jalan-jalan mengelilingi kota. Pada Tahun 1947, kaos atau disebut T-Shit ini mulai dipopulerkan oleh Marlon Brando dalam pentas teather yang ada di Amerika pada saat itu.

Setelah itu kaos semakin bertambah populer pada tahun 1960an dengan tren kaos sablon yang dipopulerkan oleh Andy Warhol. Pemakaian kaos bagi anak muda merupakan sebuah lambang kebebasan berekpresi dan merupakan bagian dari keseharian mereka.

 

JENIS-JENIS BAHAN KAOS YANG SERING DIJUMPAI DIPASARAN

Bahan kaos yang beredar di pasaran saat ini mempunyai banyak sekali jenis dengan keunggulan masing-masing. berikut ini adalah beberapa jenis bahan kaos yang berada dipasaran yaitu :

  1. Cotton Combed

Bahan Kaos Cotton Combed
Photo on picswe.com/

Cotton Combed merupakan bahan kaos yang terbuat dari serat kapas alami 100 % yang diproses secara khusus sehingga menghasilkan serat yang halus. Karakteristik dari bahan ini adalah sebagai berikut :

  • Teksturnya halus dan lembut
  • Dingin ketika dipakai
  • Tidak menyebabkan lecet ketika bergesekan dengan kulit
  • Mudah menyerap keringat
  • Nyaman dan cocok untuk dipakai di negara tropis seperti Indonesia
  • Harganya relatif lebih mahal
  • Melalui proses combing (disisir)
  • Mudah untuk proses penyablonan

Ada beberapa jenis bahan cotton combed yang beredar di pasaran memakai kode penomoran seperti combed 20s, 24s, 30s, dan 40s. Penomoran tersebut menandakan tingkat gramasi atau kerapatan benangnya dan model rajutan yang dipakai. Semakin kecil nomornya, maka semakin tebal kaos yang dibuat.

 

  1. Cotton Carded

cotton carded
Photo on konveksia.com

Cotton carded merupakan satu produk dengan cotton combed. Perbedaannya terletak pada proses pembuatannya yang mana cotton carded tidak mengalami proses combing yang menyebabkan serat yang dihasilkan tidak sehalus cotton combed. Karakteristik dari bahan ini adalah sebagai berikut :

  • Tekstur dan hasil rajutannya kurang halus dan kurang rata
  • Terkenal sebagai KW1 cotton combed dengan harga yang relatif lebih murah
  • Mudah menyerap keringan
  • Tidak menyebabkan lecet ketika bergesekan dengan kulit
  • Mudah menyerap keringat
  • Tidak melalui proses combing
  • Tersedia kaos dengan ketebalan 20s dan 30s saja dengan jenis rajutan single sehingga lebih rapat, padat, dan kurang lentur
  • Mudah untuk proses penyablonan

bahan cotton cardet sering digunakan untuk kaos-kaos dengan target pasar kelas menengah, misalnya untuk kaos pabrik, seragam buruh, dan juga kaos oblong olahraga.

 

  1. Cotton Supima

Bahan Kaos Cotton Supima
Photo on konveksia.com

Katun supima atau cotton supima terbuat dari jenis kapas unggul pima yang ditanam di wiilayah Amerika Serikat. Kapas ini hanya tumbuh di daerah yang memiliki iklim panas, kering, dan musim tanam yang panjang seperti di gurun. Karakteristik dari bahan ini adalah sebagai berikut :

  • Tekstur kainnya sangat lembut dan kuat
  • Warnanya lebih cerah
  • Semakin sering ipakai dan dicuci akan menambah kenyamanan dan kelembutan bahan ini
  • Warnanya tidak mudah pudar dan bertahan lama
  • Harganya lebih mahal dari bahan katun karena kualitas nya yang bagus.

 

  1. Cotton Bamboo

Cotton Bamboo
Photo on bukalapak.com

Cotton bamboo merupakan bahan kaos yang terbuat dari katun premium yang digabungkan/dicampur dengan serat bambu. Karakteristik dari bahan ini adalah sebagai berikut :

  • Teksturnya lembut dan kuat
  • Nyamana ketika digunakan
  • Memiliki kelebihan anti bakteri, anti bau ketiak, dan anti listrik statis
  • Harganya lumayan mahal
  • Memiliki daya tahan yang baik terhadap penyusutan

 

  1. Cotton Viscose

Bahan Kaos Cotton Viscose
Photo on bahan-kaos.com

Bahan kaos cotton viscose merupakan campuran dari cotton combed dengan viscose/rayon yang memiliki perbandingan sekitar 55% combed dan 45% viscose.

Jenis bahankaos ini adalah campuran dari 55% Cotton Combed dan 45% Viscose. Kelebihan dari bahan ini adalah tingkat shrinkage-nya (susut pola) lebih kecil dari bahan Cotton. Jenis bahan ini juga bersifat menyerap keringat.

 

  1. Teteron Cotton/ TC

Koas Bahan Teteron Cotton (TC)
Photo on budiono.net

Bahan kaos ini terbuat dari campuran bahan alami dan buatan/sintetis dengan perbandingan komposisinya 35% cotton combed dan 65% polyster. Bahan Teteron cotton sudah diproduksi sejak tahun 1958 oleh tejin dan toray industries dan merupakanan nama hasil kompetisi yang diadakan oleh toray industries ketika mencari nama untuk produk bahan polyster milik mereka.

Karakteristik dari bahan ini adalah sebagai berikut :

  • Terasa panas ketika digunakan
  • Daya serap keringat yang kurang baik
  • Tahan kusut
  • Tidak mudah melar walaupun sudah dicuci berkali-kali
  • Harganya relatif lebih murah dari bahan katun yang lainnya.

 

  1. Chief Value Cotton/ CVC

Bahan kaos CVC
Photo on vendorpedia.co.id

Banyak yang mengira CVC adalah singkatan cotton viscose, akan tetapi nama aslinya adalah chief value cotton. Kedua bahan ini memiliki karakteristik yang berbeda sehingga tidak bisa disamakan antara keduanya.

CVC merupakan kombinasi antara cotton dan polyster dengan perbandingan bahan cotton yang lebih banyak atau sama. Biasanya perbandingan komposisi bahan ini adalah 55% cotton dan 45% polyster, 60% cotton dan 40% polyster, atau 50% cotton dan 50% polyster. Karakteristik dari bahan ini adalah sebagai berikut :

  • Jenis kain ini memiliki hygienic properties yang lebih baik jika dibandingkan dengan jenis kain TC.
  • Bahannya lebih kuat daripada bahan cotton 100%
  • Memiliki tingkat penyusutan atau shrink kain yang relatif lebih rendah.
  • Tidak mudah luntur karena memiliki daya penyerapan warna yang baik.
  • Memiliki daya tahan yang lebih awet.

 

  1. Cotton Tri-Blend

bahan kaos cotton tri-blend
Photo on kaosmurahbandung.com

Bahan kain yang satu ini merupakan kombinasi dari penggabungan 3 serat, yaitu polyester, katun dan rayon. Komposisinya sendiri polyester 50%, Katun 25% dan Rayon 25%. Karakteristik dari bahan ini adalah sebagai berikut :

  • Tidak muadah kusam
  • Teksturnya lembut dan halus
  • Memiliki kelenturan yang lumayan baik

 

  1. Cotton Slub

cotton slub
Photo on alibaba.com

Cotton slub merupakan bahan katun yang terbuat dari serat kapas yang diproses dengan cara dipelintir sehingga menimbulkan benjolan-benjolan kecil di permukaan kainnya yang menyebabkan terkesan tidak rata. Karakteristik dari bahan ini adalah sebagai berikut :

  • Rajutannya menebal dan menipis
  • Ringan dan nyaman digunakan
  • Mudah menyerap keringat
  • Rawan jamur jika diletakkan di tempat yang lembab
  • Hanya tersedia kaos dengan ketebalan 30s saja
  • Kaos warna putih terlihat lebih tipis
  • Varisi warnanya lebih sedikit dari cotton combed

Selain terbuat dari serat katun, slub juga bisa terbuat dari serat polyster ataupun campuran dari serat polyster dan katun yang mempunyai perbandingan 80% serat katun dan 20% serat Polyster.

 

  1. Polyester

Bahan Kaos Polyster (PE)
Photo on dapurprint.com

Bahan kaos polyester terbuat dari serat sintetis yang terbuat dari bahan ester (pencampuran minyak bumi, alkohol, dan asam karbosilat). Karakteristik dari bahan ini adalah sebagai berikut :

  • Memiliki daya tahan yang lumayan baik
  • Tahan terhadap bakteri dan kuman
  • Tidak mudah berketrut
  • Cepat kering dan tahan air karena sifat bahannya meenyerap panas
  • Memiliki daya serap yang kurang baik karena teksturnya yang rapat
  • Mudah terbabakar karena mengandung plastik

 

  1. Hyget

bahan kaos Hyget
Photo on diamondkonveksi.com

Hyget merupakan bahan kaos yang terbuat dari campuran cotton dan polyster yang memiliki ketebalan sangat tipis dibandingkan dengan bahan yang lainnya. Karakteristik dari bahan ini adalah sebagai berikut :

  • Elastis
  • Memiliki daya serap keringat yang kurang baik
  • Panas ketika dipakai di cuaca yang sangat terik
  • Mengkilat
  • Tidak mudah kusut
  • Harganya relatif lebih murah daripada cotton combed, spandek,d an polyster

Bahan hyget ini memiliki beberapa jenis yang memiliki beberapa keunggulan lain seperti :

  • Hyget tipis merupakan bahan dnegan kualita paling rendah dan harga paling murah.
  • Hyget biasa merupakan bahan dengan kualitas satu tingkat di atas hget tipis
  • Hyget super merupakan versi premium dari bahan hyget tipis dan biasa.
  • Hyget balon merupkan bahan hyget dengan campuran spandek yang memiliki karakteristik lembut, adem, tidak elastis jika dibandingkan dengan spandek sutra
  • Hyget serena merupakan bahan hyget dengan campuran nilon yang memiliki kualitas baik. Karakteristik bahan ini yaitu teksturnya rapi dan padat, lentur, adem, tebal, dan memiliki daya serap keringat yang cukup baik. Biasanya digunakan untuk membuat jersey bola, futsal, dan sebagainya.

 

  1. Spandex

Bahan Kaos Spandex / Spandek
Photo on spiritgarment.com

Bahan spandex merupakan bahan buatan/sintetis yang terbuat dari polymer yang mengandung polyurethane (sejenis material sintetis yang meiliki kelenturan tinggi). Karakteristik dari bahan ini adalah sebagai berikut :

  • Mempunyai kelenturan yang tinggi
  • Permukaan bahannya halus, dan nyaman
  • Melekat di tubuh ketika digunakan
  • Mengkilap
  • Tidak mudah kerut
  • Warnanya tidak mudah luntur
  • Daya serap keringat kurang baik
  • Sensitif terhadap panas

Bahan spandek ini tidak bisa berdiri sendiri atau butuh kombinasi dengan serat lain ketika sebelum menjadi kaos. Berikut ini adalah beberapa jenis spandek yaitu :

  • Cotton spandek merupkan campuran dari serat katun dan serat spandek untuk menghasilkan kaos dengan kelembutan dan daya serap yang baik seperti bahan katun.
  • Nylon spandek merupakan perpaduan antara serat nylon dan spandek yang menghasilkan kaos dengan karakteristik sangat lembut, nyaman, ringan, dan sensual.
  • Polyster Spandek merupakan perpaduan antara serat polyster dengan serat spandek.
  • Rayon spandek merupakan perpaduan antara serat rayon dengan serat spandek yang memiliki karakteristik lembut, dan lebih ringan daripada spandek katun.

 

  1. Paragon

Bahan Kaos Paragon
Photo on agustinnesia.com

Bahan  kaos paragon masih termasuk dalam keluarga polyster yang biasanya digunakan untuk pembuatan kaos olahraga seperti kaos dan celana basket, kaos futsal, dan sebagainya. Karakteristik dari bahan ini adalah sebagai berikut :

  • Kaos Basket Kain Paragon
  • Bahannya Mengkilap
  • Lembut, halus, dan mengkilap
  • Bahannya Fleksibel
  • Bahannya Tebal
  • Memiliki Daya Serap Keringat Yang Kurang Baik
  • Terasa Panas Ketika Digunakan
  • Harganya Relatif Mahal

 

  1. Nylon

kaos bahan nylon
Photo on tokopedia.com

Nylon merupakan bahan kaos yang terbuat dari minyak bumi yang dikembangkan pada tahun 1930-an dan merupakan alternatif lain dari bahan sutra. Karakteristik dari bahan ini adalah sebagai berikut :

  • Ringan dan kuat
  • Elastis
  • Tidak mudah robek
  • Tahan terhadap serangga, jamur, dan kutu
  • Memiki daya serap keringat yang kuurang baik
  • Tidak menyusut dan mengembang ketika dicuci

 

TIPS MEMILIH BAHAN KAOS YANG BERKUALITAS

TIPS MEMILIH BAHAN KAOS YANG BERKUALITAS
Photo on http://movefly.net

Untuk mendapatkan kaos dengan bahan yang berkualitas dan bagus tentunya harus memperhatikan dan menentukan pilihan bahan yang sesuai dengan keinginan. Berikut ini adalah beberapa tips dalam memilih bahan kaos yaitu :

  • Teliti dalam mengecek jahitan yang terdapat di kaos. Beberapa bagian yang harus di cek yaitu kerapihan jahitan, sambungan antar jahitan, lebar sambungan kaos, kerapihan jahitan obras, jahitan rantai pada kaos, rib pada leher kaos, dan sisa benang pada jahitan.
  • Kaos yang bagus bisa ddilihat dari material yang digunakan. Anada bisa memilih kaos dengan ketebalan yang tebal ataupun tidak terlalu tebal
  • pilih kaos yang mempunyai daya serap keringat baik
  • Pilih bahan yang tepat dan sesuai dengan selera

Demikianlah penjelasan mengenai bahan kaos yang dapat kami sampaikan. Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan menjadi referensi bagi yang ingin mencari bahan ini.

Jika artikel ini dirasa bermanfaat bisa bantu share dan komen dibawah ini agar kami bisa terus mengupgrade informasi yang berkaitan dengan bahan kaos.

Tags:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *