Mengenal Bahan Rayon & Jenisnya [Terlengkap]

Bahan rayon merupakan salah satu bahan yang diminiati oleh penggemar fashion baik sebagai bahan untuk gamis, jilbab, kaos, dan sebagainya.

Selain harganya yang relatif murah dan terjangkau, bahan rayon ini memiliki daya serap yang bagus dan cocok digunakan di Indonesia.

Bahan  ini tidak hanya dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan fashion saja, akan tetapi bisa digunakan sebagai pelapis dan peleengkap prabotan rumah tangga, alat kebutuhan industri, dan produk kesehatan wanita.

Artikel kali ini akan membahas seputar bahan rayon yang menjadi salah satu bahan yang sering digunakan untuk fashion.

Pembuatan Bahan Rayon

Bahan dasar pembuatan kain dibedakan menjadi tiga kategori yaitu serat alami , serat sintesis (buatan), dan serat semi sintesis. Berikut ini adalah beberapa penjelasannya yaitu :

  • Serat alami adalah serat yang berasal dari tumbuhan atau hewan seperti, kapas, kepompong ulat surta, bulu domba, bulu kelinci, dan sebagainya.
  • Serat sintetis atau serat buatan adalah serat yang berasal dari proses senyawa kimia yang diproduksi di pabrik.
  • Serat semi sintesis adalah serat yang berasal dari gabungan serat alam dan serat sintesis atau buatan.

Kain rayon merupakan serat semi sintesis yang berasal dari serat alam berupa selulosa plup kayu (pohon pinus, hemlock, dan cemara) yang diproses secara kimiawi sehingga menghasilkan kain rayon. Serat yang digunakan untuk membuat kain rayon berasal dari polimer organik, dalam pembuatannya melalui regenerasi proses kimia.

Kelebihan dan Kekurangan Bahan Rayon

Kain rayon memiliki kelebihan dan kekurangan seperti kebanyakan kain yang lainnya. Berikut ini adalah kelebihannya yaitu :

  • Memiliki daya serap yang tinggi dan sangat cocok digunakan bagi mereka yang banyak menggeluarkan keringat.
  • Harganya relatif murah karena bahannya tidak terlalu sulit dicari di pasaran
  • Tekstur kainnya lembut jika bersentuhan dengan kulit
  • Memiliki koleksi warna yang cerah
  • Bahannya jatuh yang membuat terlihat lebih indah dan bagus.

Akan tetapi kain rayon juga memiliki beberapa kekurangan layaknya seperti kain yang lainnya, seperti :

  • Bahannya mudah kusut dan mudah luntur.
  • Mudah Terbakar.
  • Ketika dalam kondisi basah daya tahannya berkurang yang menyebabkan mudah robek dan mudah melar.
  • Ketika menyetrika dengan panas yang berlebihan bisa menyebabkan warna berubah menjadi kuning.

Jenis Jenis bahan Rayon

Kain rayon terdiri dari beberapa jenis yaitu rayon jersey, rayon spandek, rayon Crinkle, dan rayon polyster/PE. berikut ini adalah penjelasan dari beberapa jenis kain rayon tersebut yaitu :

  • Rayon Jersey

Istilah rayon jersey berbeda dengan kaos bola. Rayon jersey merupakan bahan campuran antara serat rayon dan serat jersey yang biasanya digunakan sebagai bahan gamis, rok panjang, dress, dan lainnya.

Kain jersey sendiri merupakan kain dari jenis tekstil rajutan dan terbuat dari full katun atau campuran antara katun dan bahan sintesis. Tekstur dari kain ini yaitu permukaannya halus, tebal, dan tidak berbulu.

  • Rayon Spandek

Rayon spandek merupakan kain yang dibuat dengan mencampurkan dua serat yaitu serat rayon dengan serat spandek. Bahan ini biasanya digunakan untuk membuat baju tidur, pakaian olahraga, gamis, dan lainnya.

Ciri-ciri dari rayon spandek yaitu, tekstur kainnya yang lembut, halus, nyaman, elastis, mempunyai warna yang cerah, serta memiliki daya serap yang baik.

  • Rayon Crinkle

Rayon crinkle merupakan salah satu jenis kain yang di buat dengan tekstur permukaan kain yang kusut, berkerut, tidak rata seperti kulit jeruk.

Selain memproduksi kain rayon dengan variasi motif, warna dan gramasi atau ketebalan kain. Pabrik tekstil juga memproduksi kain dengan corak tekstur yang berbeda dengan kain lainnya, meskipun dibuat dengan bahan kain yang sama.

Untuk mengubah kain yang rata menjadi sebuah kain yang berkerut yaitu dinamakan proses creping atau mengeriting. Nah, kain yang dihasilkan dari proses seperti itu akan membentuk bahan crepe, crinkle atau seesucker.

Karakteristik bahan  rayon yang bagus adalah memiliki gramasi yang ideal, tidak tipis dan juga tidak terlalu tebal. Jika dipegang bahannya terasa lembut, meskipun memiliki tekstur berkerut.

kain rayon sangat nyaman di pakai dan terasa adem. Kebanyakan wisatawan dari Amerika, Australia dan eropa memilih dress dari bahan rayon crinkle sebagai outfit mereka ketika mereka berlibur ke Bali.

Tidak semua bahan rayon bisa diproses crinkle dan menghasilkan produk yang berkualitas. Hanya bahan rayon yang memiliki gramasi yang cukup yang dapat di proses creping crinkle dan menghasilkan kain rayon crinkle yang berkualitas. Jika tidak, maka maka kain tersebut akan mudah sobek.

  • Rayon Polyester/ PE

 Rayon Polyster atau rayon PE merupakan campuran antara serat rayon dengan serat polyster. Bahan Rayon PE yang baik adalah yang memiliki tingkat gramasi yang sebanding atau serat rayon lebih banyak daripada serat PE yang menghasilkan bahan berkualitas dan harga nya yang tinggi.

Semakin tinggi serat PE yang tercampur pada bahan rayon PE maka kualitas kainnya semakin rendah dan harganya semakin murah. Hal ini menghasilkan bahan yang bertektur kasar, mudah robek, dan tidak sseperti bahan rayon yang aslinya.

Cara Merawat Kain Rayon yang Tepat

Cara merawat kain rayon memang tidak mudah, karena kain ini terbuat dari selulosa murni, biasanya berasal dari bubur kayu. Karena kain ini di buat dari hasil olahan produk alami, kain rayon sering disebut sebagai serat semi sintetik. Untuk menjaga kualitas bahan pakaian dari kain rayon, maka lakukan tips berikut ini:

  • Ikuti petunjuk pencucian

Kain rayon merupakan jenis kain yang tidak stabil, sehingga mudah merenggang dan mengecil. Untuk hasil terbaik, sebaiknya cuci pakaian dengan bahan rayon menggunakan tangan dan air hangat. Jangan memeras atau memutar pakaian, karena dapat menyebabkan kain menjadi berubah bentuk.

Cara mengeringkan pakaian dengan bahan rayon yaitu meletakkan kain di tempat yang datar dan beralaskan handuk. Gunakan bantuan dengan gantungan baju empuk, hal itu untuk menghindari pakaian berubah bentuk dan kusut.

  • Proses Penyetrikaan

Merawat pakaian dengan bahan rayon memang gampang- gampang susah. Banyak jenis kain rayon akan berkerut dengan berlebihan setelah di cuci, sehingga membutuhkan proses penyetrikaan. Pada saat menyetrika pakaian dengan bahan rayon, sebaiknya hindari penggunaan suhu yang terlalu tinggi, gunakan suhu yang sedang saja.

Karena suhu yang terlalu tinggi dapat merusak serat selulosa. Hal itu akan ditunjukkan dengan warna kain yang menguning jika serat kain tersebut mengalami kerusakan. Selain itu, serat kain lama kelamaan akan mengalami kerapuhan.

  • Proses penyimpanan kain rayon

Setelah pakaian  selesai disetrika, sebaiknya segera di simpan di almari. Sebaiknya cara penyimpanannya dengan cara di gantung. Hindarkan pakaian dari tempat yang lembab, karena akan menyebabkan datangnya jamur.

Demikianlah penjelasan mengenai bahan rayon yang dapat kami sampaikan. Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan menjadi referensi bagi yang ingin mencari bahan jenis ini.

Jika artikel ini dirasa bermanfaat bisa bantu share dan komen dibawah ini agar kami bisa terus mengupgrade informasi yang berkaitan dengan bahan rayon.

Tags:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *