9+ Alat untuk Membuat Batik Cap Terlengkap

Berdasarkan jenisnya batik dibagi menjadi beberapa jenis yaitu batik tulis (proses pembuatannya lama), batik cap (proses pembuatannya lebih cepat dari batik tulis), dan batik printing (proses pembuatnnya lebih dari batik cap).

Batik cap dan batik printing memiliki perbedaan dalam pembuatannya. Batik cap dibuat dengan menggunakan kaidah-kaidah pembatikan, sedangkan batik printing dibuat dengan menggunakan mesin yang mengabaikan kaidah pembatikan.

Artikel kali ini akan membahas seputar batik cap. Mari kita simak bersama apa itu batik cap dan cara membuatnya.

Pengertian Batik Cap

Batik cap adalah batik yang diproses dengan menggunakan canting cap sebagai alat bantunya yang mirip seperti stempel. Alat ini terbuat dari lempengan tembaga dengan ukuran dimensi yang lumayan besar, rata-rata berukuran sekitar 20 cm x 20 cm.

Permukaan canting cap terbuat dari bahan lempengan tembaga yang tipis, memiliki sifat lentur yang memudahkan untuk dibentuk pola, serta tahan terhadap panas. Cara penggunaan dari canting cap ini mirip seperti stempel. Hanya saja  bahan pengecapnya terbuat dari ciran lilin (malam).

Awalnya canting cap ini hanya digunakan untuk membuat motif atau pola di bagian pinggiran saja. Seiring dengan berjalannya waktu, canting cap juga digunakan untuk mencetak motif atau pola di seleruh permukaan kain. Penggunaan dari canting cap ini memudahkan untuk mencetak motif atau pola batik lebih cepat, efisien, dan efektif.

Batik ini memiliki ciri-ciri sebagi berikut :

  • Terdapat pengulangan ragam hias.
  • Garis-garis pada motif pun lebih lebar daripada garis pada batik tulis.
  • Permukaan kain lebih mengkilat.
  • Warna dan motif tak tembus.
  • Bagian belakang kain lebih pudar.
  • Warna dasar kain lebih tua dari warna motif, karena pada batik cap, bagian dasar motif mengalami proses penutupan malam.
  • Antara ornamen yang satu dengan ornamen lainnya pasti sama, namun bentuk isi tidak rapi, agak renggang dan agak kaku. Apabila isen-isen agak rapat maka akan terjadi mbeleber (goresan yang satu dan yang lainnya menyatu, sehingga kelihatan kasar).
  • Corak besar-besar dan teratur (sama).
  • Kain yang digunakan cenderung kaku meskipun terkadang batik cap juga menggunakan kain sutra dan kain katun mori.

Peralatan yang Digunakan Untuk Membuat Batik Cap

Berikut ini adalah alat-alat pendukung yang digunakan dalam pembuatan batik cap yaitu :

1. Kain Mori

Kain mori adalah putih polos yang biasanya digunakan untuk membuat batik dan terbuat dari serat kapas. Kain ini memiliki beberapa jenis sesuai dengan kualitasnya.

Berikut ini beberapa kain mori yang biasa digunakan untuk pembuatan batik yaitu :

  • Kain Mori Prismissima : Kain ini memiliki kualitas tinggi dengan susunan kain yang menggunakan benang Ne 50-56. Tekstur dari kain ini adalah yang paling halus dari pada yang lainnya.
  • Kain Mori Prima : Kain ini memiliki kualitas sedang dengan susunan kain yang menggunakan benang Ne 36-46 dan mengandung kanji kurang lebih 10%.
  • Kain Mori Biru : Kain ini memiliki kualitas dibawah kain mori prima dengan susunan kain yang menggunakan benang Ne 28-36 untuk benang lusi dan Ne 26-34 untuk benang pakan.

2. Canting Cap

Canting cap merupakan alat penting dalam pembuatan batik cap. Fungsi dari alat ini adalah untuk melekatkan lilin/malam yang sudah dilelekan pada kain mori sesuai dengan bentuk cantingnya.

Canting ini mempunyai dua kreasi yaitu canting cap yang umumnya terbuat dari tembaga dan canting cap yang terbuat dari limbah kertas. Bagian dari canting ini tersusun dari 3 bagian utama yaitu :

  • Bagian muka canting berbentuk susunan plat tembaga yang membentuk motif atau pola batik.
  • Bagian dasar canting untuk melekatkan bagian muka dan biasa disebut dengan “andangan”.
  • Tangkai cap atau garan yang berfungsi sebagai pengangan dalam proses mengecap batik.

Canting cap ini memiliki beberapa jenis sesuai dengan penggunaannya yaitu :

  • Canting cap klowong : canting ini terdiri dari canting cap klowong rengreng dan canting cap klowong terusan
  • Canting cap Tembokan : canting ini terdiri dari canting cap rengreng dan canting cap tembokan terusan
  • Canting cap jeblog : canting ini terdiri dari canting cap rengreng dan tembokan yang menjadi satu
  • Canting cap biron : canting cini terdiri dari canting cap biron rengreng dan canting cap terusan.

3. Meja Cap

Meja cap ini terbuat dari kayu dengan ukuran sekitar 80 cm (tinggi) x 80 cm (lebar) dan panjang 1 meter. Ukuran panjang dan lebar meja disesuaikan dengan ukuran kain mori yang akan dijaikan batik melalui proses cap. Tinggi meja dibuat sedemikian rupa agar pengrajin batik nyaman dan bisa bekerja maksimal dalam mencap batik.

Permukaan meja diberikan pelapis tambahan berupa busa, kain blancu, dan kain serak tipis. Busa yang digunakan mempunyai tebal sekitar 10 cm dengan permukaan yang rata agar mendapatkan hail pengecapan yang bagus. Kain blancu berukuran lebih besar dari pada permukaan meja atau busa yang terletak menutupi seluruh permukaan meja dan kasur.

Hal ini bertujuan untuk menjaga kasur apabila dalam proses pengecapan malam menembus kain mori. Untuk ukuran kain serak tipis sama dengan kain blancu dan di letakkan di bagian dalam (antara kasur dan kain blancu).

4. Loyang/ Wajan

Loyang ini berfungsi untuk memanaskan lilin atau malam yanga akan dijadikan sebagai bahan pengecap. Loyang ini terbuat dari tembaga berbentuk lingkaran dengan garis tengah sekitar 40 hingga 50 cm, tinggi sekitar 4.5 cm, serta memiliki berat sekitar 3.5 kg atau 5 kg.

5. Kompor

Untuk kompor bisa menggunakan kompor minyak maupun kompor gas dengan posisi kompor yang mempunyai kaki lumayan tinggi agar memudahkan pembatik untuk mengambil malam di loyang.

6. Saringan/Angsang

Saringan ini terbuat dari tembaga dengan permukaan yang berupa anyaman strimin yang berfungsi sebagai lapisan dasar dari loyang/wajan.

7. Pewarna Batik

Pewarna batik berfungsi untuk memberikan warna pada kain mori yang tidak terkena cap. Pewarna alami dan pewarna buatan menjadi pilihan pengrajin dalam proses pewarnaan.

8. Malam/Lilin

Malam atau lilin adalah bahan baku yang penting dalam membuat batik cap. semakin bagus kualitas malam atau lilin yang digunakan maka semakin bagus hasil yang didapatkan.

9. Serak Kasar dan Serak Halus

Serak kasar dan serak halus adalah kain katun yang bentuknya seperti kain kasa .Fungsi dari kain ini adalah sebagai pelapis yang diletakkan di atas saringan atau angsang untuk memisahkan malam cair yang kasar dan halus.

10. Bantalan

Bantalan ini bisa disebut juga kasur datar yang terbuat dari kapas yang dibungkus dengan kain. antalan ini berfungsi sebagai bantalan kain mori dalam proses pembatikan batik cap.

Proses Pembuatan Batik Cap

Berikut ini adalah tahapan pembuatan batik cap yaitu :

1. Siapkan kain Mori dan letakkan di atas meja datar serta diberi lapisan bawah berupa kasur datar dan kain blancu.

2. Masukkan lilin/malam ke dalam loyang yang sudah disiapkan dan cairkan/lelehkan pada suhu sekitar 60-70 derajat celsius (suhu dijaga agar terus stabil).

3. Canting dimasukkan ke dalam cairan malam cair dengan cara mencelupkan bagian bawah canting kurang lebih 1-2 cm. Untuk menghindari pengambilan malam yang banyak bisa dengan cara mengibaskan canting ke atas wajan sehingga malam yang berlebih kembali ke dalam loyang.

4. Canting diangkat kemudian diletakkan dan ditekankan di atas kain mori yang sudah disiapkan diawal tadi. Biarkan cairan malam panas di biarkan meresap ke dalam pori-pori kain mori agar mendapatkan pengecapan yang bagus.

Untuk pengecapan  ini ada beberapa skema yang biasanya digunakan oleh pembatik yaitu :

  • Tubruk : canting berjalan dengan cara bergeser satu langkan ke kanan dan satu langkah ke depan.
  • Onde onde : canting berjalan dengan cara bergeser setengah langkah ke kanan dan bergeser satu langkah ke depan atau bergeser satu langkah ke kanan dan setengah langkah ke depan.
  • Parang (miring) : canting berjalan menurut arah garis miring satu langkah ke depan, dan satu langkah ke kanan
  • Mubeng (berputar) : canting berjalan berputar seperempat lingkaran dengan salah satu sudut sebagai pusat.
  • Jalan sama : dua canting berjalan bersamaan yang membentuk satu motif.

5. Setelah tahap pengecapan, langkah selanjut nya adalah pewarnaan kain mori dengan cara mencelupkan kain mori ke dalam tangki yang sudah berisi warna sesuai dengan keinginan.

6. Setelah proses pewarnaan, saatnya proses penghilangan bekas cairan malam dengan cara di rebus dengan menggunakan air mendidih atau disebut dengan ”ngelorot”.

7. Langkah terakhir yaity proses pembersihan, pencerahan warna dengan soda, pengeringan, dan disetrika.

Kelebihan dan kekurangan Batik Cap

Kelebihan dari batik cap ini adalah pembuatannya yang relatif lebih cepat untuk pembuatan batik secara masal, dan harganya lebih murah dari murah dari pada batik tulis.

Kekurangannya adalah pembuatan canting cap yang cukup rumit, lama, dan motifnya terbatas sehingga terlihat kurang istimewa dan kurang ekslusif karena motifnya sama semua.

Demikianlah penjelasan mengenai batik cap yang dapat kami sampaikan. Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan menjadi referensi bagi yang ingin mencoba membuat batik cap sendiri.

Jika artikel ini dirasa bermanfaat bisa bantu share dan komen dibawah ini agar kami bisa terus mengupgrade informasi yang berkaitan dengan batik cap.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *