1
359

Jenis, Manfaat, dan Cara Budidaya Belut Bagi Pemula

Budidaya Belut – Belut merupakan salah satu spesies ikan yang menjadi salah satu bahan makanan di Indonesia maupun luar negeri terutama Jepang sebagai Negara peghasil belut.

Belut biasanya hidup di lokasi yang berlumpur dan mengandung sedikit air seperti persawahan, sehingga banyak orang yang berburu belut di sawah.

Selain itu kita bisa juga menemukan belut di kolam budidaya yang di kelola oleh peternak, baik di dalam lumpur maupun air bersih.

Dilihat dari segi bisnis, budidaya belut cukup menjanjikan. Keripik belut adalah salah satu produk olahan yang sering ditemui di pusat oleh-oleh yang ada di Indonesia.

Jenis Belut yang Dapat Dibudidayakan

Belut termasuk hewan yang mempunyai banyak jenis. dibawah ini adalah jenis-jenis belut yang bisa dibudidayakan dan menjadi bahan makanan antara lain :

Belut Sawah (Monopterus Albus) 

Jenis, Manfaat, dan Cara Budidaya Belut Bagi Pemula

Source by dictio.id

Belut sawah (monopterus albus) merupakan sejenis ikan yang mempunyai anatomi mirip dengan ular karena bentuknya yang panjang dan licin.

Belut sawah atau Moa atau Lindung ini merupakan hewan yang mempunyai nilai ekonomi dan nilai ekologi.

secara ekologi belut bisa hidup di kondisi yang kurang baik sehingga bisa menjadi indikator pencemaran yang ada di suatu tempat yang ditandai dengan lenyapnya belut yang ada di lokasi tersebut.

belut sawah ini hidup di tanah berlumpur yang mempunyai sedikit air sehingga bisa ditemukan di persawahan yang makanan utamanya adalah ikan kecil dan cacing.

belut merupakan hewan yang aktif di malam hari yang disebut dengan hewan nokturnal. karena kebiasaan belut tersebut banyak pemburu belut ini beraksi di malam hari.

ciri-ciri belut sawah ini antara lain :

  • warna kulit coklat kekuningan
  • panjang belut dewasa minimal 40-50 cm dan panjang maksimal 1 m.
  • tidak memiliki sirip kecuali sirip yang ada di ekor.
  • beratnya mencapai 200-300 gr/ekor.
  • Hdup di area persawahan.
  • Induk belut betina yang baik berumur 4-9 bulan dengan panjang badan 10-29 cm, kepala berbentuk runcing, dan warna kulit lebih cerah (muda).
  • Induk belut jantan yang baik berumur 9-12 bulan dengan panjang badan 30-50 cm, kepala berbentuk tumpul, dan warna kulit lebih tua.
  • termasuk hewan hermaprodit  (bisa berganti jenis kelamin sesuai tingkatan usia).
  • Belut sawah termasuk ke dalam jenis ikan air tawar yang dapat dibudidayakan dengan mudah.

Belut Rawa (Synbrancus bengalensis)

Jenis, Manfaat, dan Cara Budidaya Belut Bagi Pemula

Source by dictio.id

Belut Rawa (Synbrancus Benglensis Mclell) adalah salah satu jenis belut yang  jumlahnya melimpah setelah belut sawah. belut ini bisa ditemukan di rawa-rawa sesuai dengan namanya.

Hewan air ini merupakan ikan darat yang tidak bersirip. Bentuk badannya bulat panjang dan berlendir banyak sehingga tidak mudah ditangkap kecuali oleh mereka yang sudah mengetahui bagaimana cara menangkapnya.

Belut rawa memiliki tubuh yang ramping dengan perbandingan tinggi badan dan panjang badan 1:30.

Belut rawa memiliki jari-jari lunak kecil sebanyak 10 buah. Berbeda dengan belut sawah belut rawa dapat hidup di air payau.

Pada dasarnya belut rawa dan belut sawah tidak memiliki perbedaan yang signifikan, bahkan sekilas akan sulit membedakan antara belut sawah dengan belut rawa, berikut ciri-ciri belut rawa:

  • Warna kulit coklat kehitaman
  • Panjang tubuh bisa mencapai 50 -60 cm ketika dewasa
  • Bobotnya bisa mencapai 150 -300 gr/ekor
  • Habitat hidup di area rawa
  • memiliki mata kecil dan sipit
  • bermulut kecil bagai lipatan kulit, serta bergigi halus dan runcing.
  • berjalan dengan mengesotkan badan secara berlenggak-lenggok dengan cepat.
  • Bentuk mata lebih kecil
  • Termasuk hewan hermaprodit (dapat berganti kelamin)
  • Induk betina (siap kawin) pada umur dibawah 10 bulan dengan panjang 20 – 30 cm
  • Induk jantan (siap kawain) pada umur diatas 10 bulan dengan panjang 30 – 40 cm

Belut Muara (Macrotema caligans)

Jenis, Manfaat, dan Cara Budidaya Belut Bagi Pemula

Source by dictio.id

Belut muara (Macrotema caligans), dikenal juga sebagai belut laut, merupakan belut yang habitat hidupnya di muara. Bentuknya tidak berbeda dengan jenis belut lainnya.

Namun, belut muara memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

  • Warna kulit cokelat pucat
  • Panjang tubuh bisa mencapai 60 -70 cm ketika dewasa
  • Bobotnya bisa mencapai 250 – 400 gr/ekor
  • Habitat hidup di area muara atau tambak dekat laut
  • Gerakan lambat namun sangat kuat.
  • Bagian kepala seperti ujung terompet
  • Bentuk ekor seperti pedang
  • Bentuk mata lebih kecil dari sidat
  • Memiliki bau amis yang mencolok
  • Sampai dengan saat ini belum ditemukan pembudidaya belut jenis ini.

Sidat (Anguilla SP)

Jenis, Manfaat, dan Cara Budidaya Belut Bagi Pemula

Source by dictio.id

Sidat ((Anguilla SP) adalah sejenis ikan yang menyerupai belut. Ikan sidat ini bisa ditemukan di Laut terutama ketika sedang berkembang biak.

Ikan Sidat mempunyai sifat katadromus, yaitu hidup dan berkembang serta menghabiskan hidupnya di perairan tawar, tetapi setiap akan berkembang biak akan selalu kembali ke laut.

Di laut inilah ikan sidat kawin dan bertelur. Tubuh ikan sidat mengalami perubahan saat berpindah dari darat ke laut untuk berkembang biak, agar bisa berpindah habitat dari air tawar ke air asin.

ikan sidat memiliki ciri-ciri sebai berikut :

  • Mampu beradaptasi di perairan tawar, estuari dan laut.
  • Sidat dewasa adalah bentuknya menyerupai belut.
  • Tubuh ikan sidat berbentuk silindris, kepalanya bulat telur, letak mulut terminal, dan memiliki ekor pipih meruncing.
  • Siripnya yang meliputi sirip punggung, sirip dubur dan sirip ekor menyatu.
  • Panjang tubuh maksimal ikan ini bervariasi antara 15-200 cm dan beratnya dapat mencapai 22 kg tergantung jenis.
  • Tubuhnya sangat lentur dan berlendir.
  • Temasuk kategori ikan karnivora.
  • Harga ikan sidat tergolong tinggi.

Manfaat Belut Bagi Manusia

Ternyata Hewan bernama belut ini mempunyai banyak sekali manfaat bagi manusia. diantara manfaat tersebut adalah :

  • Mengobati dan mencegah Anemia
  • Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
  • Menghilangkan lemah letih lesu
  • Membantu pertumbuhan tulang.
  • Mencegah Osteoporosis
  • Menunjang kesehatan gigi dan gusi
  • sangat bagus untuk janin pada ibu hamil
  • Meningkatkan fungsi enzim
  • mempunyai gizi yang tinggi

Berikut ini adalah perbandingan kandungan gizi yang ada di dalam belut, telur, dan daging sapi menurut  Direktorat Gizi Departemen Kesehatan RI, 1971 :

Zat GiziBelutTelurDaging Sapi
Kalori (cal)303162207
Protein (g)1412,828,8
Lemak (g)2711,514
Karbohidrat (g)00,70
Fosfor (mg)200180170
Kalsium (mg)205411
Zat Besi (mg)202,72,8
Vitamin A (SI)160090030
Vitamin B (mg)0,10,10,08
Vitamin C (mg)200
Air (g)587766

Budidaya Belut

Jenis, Manfaat, dan Cara Budidaya Belut Bagi Pemula

Source by 2.bp.blogspot.com

Budidaya belut terbagi menjadi dua jenis yaitu budidaya pembibitan dan pembesaran. Untuk budidaya pembibitan belut ini bertujuan untuk beternak (mengahsilkan bibit) untuk dijual kepada pembudidaya pembesaran belut.

Sementara itu untuk budidaya pembesaran belut ini adalah membesarkan bibit belut agar menjadi dewasa dan siap dikonsumsi dan dijual dipasaran.

Dari dua jenis budidaya belut diatas yang paling mudah dikerjakan oleh pemula maupun yang sudah berpengalaman adalah budidaya pembesaran.

Di bawah ini adalah beberapa tips tahapan untuk budidaya pembesaran belut sehingga bisa dikonsumsi oleh konsumen.

Tahap Memilih Bibit Belut

Jenis, Manfaat, dan Cara Budidaya Belut Bagi Pemula

Source by santaisaja.net

Untuk mendapatkan bibit belut bisa didapatkan dengan melalui dua cara yaitu membeli di para pembudidaya bibit dan  menangkap di sawah atau di rawa. Di bawah ini kelebihan dan kekurangan dari dua cara mendapatkan bibit belut yaitu :

Bibit hasil BudidayaBibit Hasil tangkapan
KelebihanKekuranganKelebihanKekurangan
Ukurannya seragamJual panen lebih rendah daripada bibit hasil tangkapanRasa nya gurih dan nikmat dimakanUkurannya tidak seragam
Umurnya seragamHasil jual lebih baikDaya pertumbuhan yang tidak seragam
Daya pertumbuhan yang seragamAda resiko cacat saat penangkapan
Tersedia dalam jumlah yang banyakAda resiko terkena penyakit
Mengurangi resiko cacatAdanya kemungkinan trauma karena metode penangkapan
Mengurangi resiko terkena penyakit

Bibit belut hasil budidaya diperoleh dengan cara memijahkan belut jantan dengan betina secara alami. Sejauh ini di Indonesia belum ada pemijahan buatan (seperti suntik hormon) untuk belut. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai pembibitan, silahkan baca kiat sukses pembibitan belut.

Bibit belut hasil budidaya yang akan memasuki kolam pembesaran pada umumnya berukuran antara 10-12cm. Dan dengan estimasi waktu panen sekitar 3 sampai 4 bulan, untuk target pemasaran export sekitar 6 bulanan agar belut yang dihasilkan lebih besar.

Tahap Menyiapkan Kolam Untuk Budidaya Belut

Jenis, Manfaat, dan Cara Budidaya Belut Bagi Pemula

Source by takimzone.com

Budidaya belut bisa dilakukan di dua jenis kolam yaitu kolam permanen dan kolam semi permanen.

Kolam permanen yang biasa digunakan oleh pembudidaya belut adalah kolam tanah, sawah, dan kolam tembok.

Sedangkan kolam semi permanen bisa menggunakan kolam terpal, drum, tong dan sebagainya.

kesempatan kali ini kita akan membahas budidaya belut dengan menggunakan kolam tembok. sebab kolam tembok lebih tahan kuat dan bisa bertahan hingga 5-8 tahun.

berikut cara pembuatan kolam tembok antara lain :

  • Kolam tembok bisa dibuat dengan bentuk dan luas sesuai dengan kebutuhan, dan untuk tinggi nya berkisar 1 -2 meter.
  • jangan lupa dibuat saluran pembuangan untuk memudahkan penggantian media tumbuh.
  • Untuk kolam tembok yang masih baru, sebaiknya dikeringkan terlebih dahulu selama beberapa minggu.
  • Kemudian direndam dengan air bersih dan tambahkan daun pisang, sabut kelapa, atau pelepah pisang untuk mengurangi bau semen dan zat kimia lainnya.
  • Lakukan pencucian minimal tiga kali atau sampai bau semennya hilang, dan kolam tembok sudah siap digunakan.

Tahap Membuat Media Tumbuh Untuk Budidaya Belut

Jenis, Manfaat, dan Cara Budidaya Belut Bagi Pemula

Source by arenahewan.com

Kita bisa menemukan belut di tempat yang berlumpur seperti sawah dan rawa sebagai tempat berlindung. Begitu juga dalam proses budidaya, belut membutuhkan media tumbuh berupa lumpur .

Beberapa material yang bisa dijadikan bahan membuat media tumbuh antara lain : kompos, humus, pupuk kandang, sekam padi, jerami padi, pelepah pisang, dedak, tanaman airlumpur sawah, dan mikroba dekomposer.

untuk komposisi material organik dalam pembuatan media tumbuh belut tidak ada patokan pastinya. sehingga pembudidaya bisa membuat ramuan sendiri untuk membuatnya dengan menggunakan bahan-bahan yang mudah didapatkan.

Berikut ini salah satu alternatif langkah-langkah membuat media tumbuh untuk budididaya belut:

  • Bersihkan dan keringkan kolam yang sudah disiapkan, dan letakkan jerami padi yang telah dipotong di dasar kolam dengan ketebalan sekitar 20 cm.
  • Kemudian letakkan pelepah pisang yang telah dipotong diatas lapisan jerami dengan ketebalan 6 cm.
  • Di atas pelepah pisang diberi campuran pupuk kandang (kotoran kerbau atau sapi), kompos atau tanah humus (untuk memicu pertumbuhan biota penyedia makanan alami belut) dengan ketebalan sekitar 20cm-25 cm.
  • Siramlah lapisan media tumbuh belut tersebut dengan cairan bioaktivator atau mikroba dekomposer, seperti larutan EM4.
  • Setelah semua selesai, tutuplah dengan lumpur sawah atau lumpur rawa dengan ketebalan sekitar 10 cm-15 cm.
  • Lalu biarkan media tumbuh tersebut selama 1 hingga 2 minggu agar fermentasi berjalan sempurna.
  • Alirkan air bersih selama 3 hingga 4 hari pada media tumbuh yang telah terfermentasi untuk membersihkan racun. Atur besar debit air tapi jangan terlalu deras agar tidak terjadi erosi.
  • Langkah terakhir adalah genangi media tumbuh tersebut dengan air bersih dengan kedalaman air sekitar 5 cm dari permukaan. Dalam kolam bisa diberikan tanaman air seperti eceng gondok (jangan terlalu padat)
  • Setelah selesai, bibit belut siap untuk ditebar.

Tahap Penebaran bibit dan pengaturan air

Jenis, Manfaat, dan Cara Budidaya Belut Bagi Pemula

Source by takimzone.com

Belut merupakan hewan yang bisa dibudidayakan dengan kepadatan tinggi. Kepadatan tebar untuk bibit belut berukuran panjang 10-12 cm berkisar 50-100 ekor/m2.

Lakukan penebaran bibit pada pagi atau sore hari, agar belut tidak stres. Bibit yang berasal dari tangkapan alam sebaiknya dikarantina terlebih dahulu selama 1-2 hari.

Proses karantina dilakukan dengan meletakkan bibit dalam air bersih yang mengalir. Berikan pakan berupa kocokan telur selama dalam proses karantina.

Untuk pengaturan Sirkulasi Air jangan terlalu deras. Selain itu atur juga kedalaman air karena bisa berpengaruh pada postur tubuh belut.

Air yang terlalu dalam akan membuat belut banyak bergerak untuk mengambil oksigen dari permukaan, sehingga belut akan lebih kurus.

Tahap Pemberian pakan

Jenis, Manfaat, dan Cara Budidaya Belut Bagi Pemula

Source by jatayu.or.id

Belut merupakan hewan yang rakus. Keterlambatan dalam memberikan pakan bisa berakibat fatal. Terutama pada belut yang baru ditebar.

Takaran pakan harus disesuaikan dengan berat populasi belut. Secara umum belut membutuhkan jumlah pakan sebanyak 5-20% dari bobot tubuhnya setiap hari.

Tahap selanjutnya adalah membesarkan benih belut dengan memberikan pakan yang cukup. Belut merupakan jenis ikan yang rakus. Oleh karena itu dalam pemberian pakan jangan sampai terlambat, terlebih lagi ketika baru penyebaran benih.

Untuk takaran pakan Secara umum belut membutuhkan jumlah pakan sebanyak 5-20% dari bobot tubuhnya setiap hari.

Berikut kebutuhan pakan harian untuk bobot populasi belut 10 kg:

  • Umur 0-1 bulan: 0,5 kg
  • Umur 1-2 bulan: 1 kg
  • Umur 2-3 bulan: 1,5 kg
  • Umur 3-4 bulan: 2 kg

Untuk pakan belut bisa menggunakan cacing, kecebong, larva ikan, dan larva serangga ikan, katak, serangga, kepiting yuyu, bekicot, belatung,  keong, dan pelet. Frekuensi pemberian pakan hidup dapat dilakukan 3 hari sekali.

Tahap Panen Belut

Jenis, Manfaat, dan Cara Budidaya Belut Bagi Pemula

Source by gdmorganic.com

Tahap terakhir adalah proses panen belut hasil dari budidaya pembesaran. Proses ini merupakan paling mudah karena tidak  ada batasan ukuran dalam memanen belut yang sudah siap konsumsi.

Rata-rata untuk pasar domestik lama pemeliharaan belut berkisar 3-4 bulan sudah bisa dipanen. Sedangkan untuk pasar ekspor cenderung memakai belut yang lebih besar dengan lama pemeliharaan sekitar 4-6 bulan setelah penyebaran bibit.

Untuk pasar domestik, lama pemeliharaan pembesaran berkisar 3-4 bulan, sedangkan untuk pasar ekspor 3-6 bulan, bahkan bisa lebih, terhitung sejak bibit ditebar.

Ada dua cara dalam memanen belut yaitu :

  • Panen sebagian : Peternak belut hanya memanen belut yang sudah dewasa saja, sedangkan yang kecil dipisahkan untuk kembali dibudidayakan.
  • Panen total : Peternak belut memanen semua belut yang ada. hal ini bisa dilakukan apabila budidaya pembesaran belut dilakukan secara intensif, sehingga hasil panen yang didapatkan memiliki ukuran yang sama.

Setelah proses budidaya pembesaran belut berjalan sekitar 3-4 bulan, maka belut sudah bisa dipanen dengan bobot rata-rata 3-5 ekor/perkilonya dengan harga jual sekitar 32.000/kg.

Demikianlah penjelasan untuk cara budidaya belut bagi pemula yang bisa diterapkan dan dicoba. Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan menjadi referensi bagi pemula yang sedang mencari cara beternak belut yang mudah.

Jika artikel ini dirasa bermanfaat bisa bantu share dan komen dibawah ini agar kami bisa terus mengupgrade informasi yang berkaitan dengan cara budidaya belut.

Show Comments

No Responses Yet

    Leave a Reply