1

13 + Tips Budidaya Kopi Untuk Pemula Terlengkap

Kopi merupakan salah satu komoditas perkebunan yang paling populer di dunia  serta banyak diminati oleh semua kalangan masyarakat, mulai dari kaum muda, orang tua, maupun wanita. Maka dari itu budidaya kopi pun semakin berkembang pesat seiring dengan permintaan biji kopi oleh konsumen yang besar.

Bisnis budidaya tanaman ini termasuk peluang agribisnis yang menjanjikan karena peminatnya sangat banyak, baik di Indonesia maupun di Luar negeri.  Cara budidaya kopi adalah serangkaian proses yang dimulai dengan menyiapkan peralatan penunjang untuk budidaya, hingga masa panen. Artikel kali ini akan membahas mengenai serangkaian poses menanam kopi.

 

Peralatan Penunjang Untuk budidaya kopi

Peralatan Penunjang Untuk Budidaya Kopi

Picture by Mabel Amber, still incognito… on Pixabay

Sebelum memulai budidaya kopi tentunya yang pertama kali yang disiapkan adalah berbagai peralatan penunjang agar mendapatkan hasil yang maksimal. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu disiapkan yaitu :

  • Bibit tanaman kopi yang hendak ditanam
  • Lahan budidaya
  • Timbangan
  • Keranjang panen
  • Golok dan sabit
  • Pompa air
  • Cangkul
  • Gerobak dorong
  • Mesin semprot
  • Timba
  • Selang air
  • Gunting
  • Terpal
  • Dan mesin pengupas kulit kopi

Tahapan budidaya kopi

Dalam proses budidaya kopi tentunya memerlukan tahapan-tahapan yang harus dipenuhi agar hasil yang diperoleh bisa maksimal. Berikut ini adalah beberapa tahapan yang harus dilakukan dalam proses budidaya tanaman kopi yaitu :

Memilih Jenis kopi

Memilih Jenis kopi

Photo on merdeka.com

Jenis Kopi yang beredar di pasaran banyak sekali varietasnya, akan tetapi yang paling banyak dibudidayakan hanya empat jenis saja yaitu robusta, arabika, liberika, dan excelsa.  Setiap varietasnya memiliki sifat sendiri-sendiri seperti :

  • kopi arabika memiliki tinggi tanaman sekitar 2,5 hingga 4,5 m, membutuhkan curah hujan rata-rata 1200-2000 mm. Dari segi lokasi cocoknya dibudidayakan pada ketinggian 800-1200 diatas permukaan laut dengan suhu udara 15-240
  • kopi robusta memiliki tinggi tanaman sekitar 5-7 m, membutuhkan curah hujan rata-rata 2000-3000 mm. Dari segi lokasi cocoknya dibudidayakan pada ketinggian 400-800 diatas permukaan laut.
  • Kopi liberika mampu tumbuh hingga ketinggian 20 meter, membutuhkan curah hujan rata-rata 1500-2500 per tahun. Kopi ini bisa dibudidayakan pada ketinggian 400-600 diatas permukaan laut dengan suhu 27-300
  • Kopi excelsa biasanya dibudidayakan pada ketinggian lahan mulai 0-750 diatas permukaan laut serta dapat beradaptasai terhadap iklim dan perubahan cuaca yang ekstrim. Kopi ini termasuk  tanaman kopi yang cepat menghasilkan, tapi tidak banyak banyak dibudidayakan.

Menyiapkan Bibit Kopi yang Berkualitas

Menyiapkan Bibit Kopi yang Berkualitas

Photo on merahputih.com

Jika teman-teman sudah memutuskan budidaya kopi yang cocok, selanjutnya yaitu menjadi bibit kopi yang unggul. Untuk mendapatkan bibit kopi yang unggul bisa membeli dari petani kopi langsung atau toko bibit kopi yang terpercaya.

Untuk sumber tanam jenis bibit kopi robusta menggunakan klon seperti klon BP 42 atau BP 358. Sedangkan untuk sumber tanam jenis bibit kopi arabika menggunakan varietas seperti varietas S 795, USDA 762, Kartika-1, dan Kartika-2.

Teman-teman bisa memperbanyak bibit kopi dengan menggunakan dua teknik yaitu teknik vegetatif (dengan cara cangkok) dan teknik generatif (menggunakan biji). Berikut ini adalah beberapa kelebihan dan kekurangan dari dua teknik tersebut yaitu :

Teknik Vegetatif (cangkok)

Teknik Generatif

Kelebihan

KekuranganKelebihan

Kekurangan

Waktu pembibitan menjadi lebih cepat

Mempunyai akar dan batang tanaman yang kurang kuatAkar dan batang tanaman lebih kuat

Waktu berbuah memakan waktu yang cukup lama

Tanaman akan cepat berbuah seperti induknyaTanaman menjadi rentan terhadap penyakitTanaman lebih tahan terhadap penyakit

Waktu pembibitan juga lebih lama

Tidak ada resiko tanaman mati di usia mudaHasil buahnya sama seperti induknya dan tidak bisa lebihTanaman bisa lebih produktif daripada induknya

Ada resiko tanaman mati di usia muda

Menyiapkan Lahan untuk Budidaya

Menyiapkan Lahan untuk Budidaya

Photo on jurnalbumi.com

Mempersiapkan lahan untuk budidaya kopi merupakan langkah selanjutnya setelah berhasil memilih jenis kopi yang diinginkan.

Biasnya dalam mengolah lahan tentunya dibarengi dengan pemangkasan pepohonan yang menjulang tinggi. Akan tetapi dalam budidaya kopi, pepohonan yang menjulang tinggi sangat diperlukan karena tanaman kopi menyukai tempat yang teduh.

Tanaman teduh atau tanaman pelindung yang biasa banyak dipakai oleh petani adalah pohon dadap, pohon lamtoro, atau pohon sengon. Jika lahan tersebut belum terdapat tanaman teduh, maka harus ditanam dahulu yang memakan waktu sekitar 2 tahun.

Berikut ini adalah beberapa kriteria lahan yang bisa digunakan untuk budidaya yaitu :

  • Ketinggian minimal 0 – 1200 diatas permukaan laut (sesuai jenis kopi)
  • Lokasinya tidak langsung terpapar oleh sinar matahari / teduh
  • Mempunyai iklim tropis
  • Mempunyai kadar keasamaan (PH) 5,5 sampai 6,5
  • Mempunyai unsur hara yang cukup

Pengolahan Lahan

Pengolahan lahan

Photo on abahtani.com

Ketika sudah mendapatkan lokasi lahan sesuai dan tanaman pelindung yang sudah tumbuh tinggi serta melindungi, maka tahap selanjutnya adalah pengolahan lahan. Berikut ini adalah beberapa hal yang harus dilakukan pada tahap pengolahan lahan yaitu :

  • Membuat lubang tanaman dengan ukuran sekitar 60 cm x 60 cm x 60 cm sebanyak lahan yang dimiliki. Hal ini dilakukan 3 bulan sampai 6 bulan sebelum memulai menanam kopi. (pisahkan antara tanah galian bagian atas dan galian bawah sehingga lubang tanam nampak terbuka).
  • atur jarak antar lubang dengan rapi minimal 2 m.
  • Setelah satu bulan pembuatan lubang tanam pada lahan, masukkan campurkan belerang dan kapur dolomite (masing-masing 200 gram) ke dalam lubang untuk menetralkan kadar keasaman tanah.
  • Satu bulan kemudian, tambahkan campuran pupuk kompos sebanyak 20 kg dengan tanah galian atas yang sudah dipisahkan sebelumnya kemudian masukkan ke dalam lubang tanam.

Untuk jarak tanam yang digunakan dalam budidaya jenis kopi robusta adalah 2,75 meter x 2,75 meter antar tanaman, sedangkan untuk kopi arabika adalah 2,5 meter x 2,5 meter antar tanaman.

Proses Menanam Biji Kopi

Proses Menanam Biji Kopi

Photo on optolov.ru

Berikut ini adalah beberapa proses yang harus teman-teman lakukan untuk menanam bibit kopi yaitu :

  • Tanam biji kopi ke polybag kecil kecil hingga menjadi tanaman muda
  • Papas daun pada bibit kopi dan sisakan hanya 1/3 saja yang bertujuan untuk mengurangi penguapan pada bibit kopi tersebut.
  • Keluarkan secara hati-hati bibit kopi dari polybag agar akarnya tetap utuh dan tidak rusak
  • Masukkan bibit kopi ke dalam lubang tanam yang sudah disiapkan sebelumnya hingga batas ujung pangkal bibit. Usahakan posisi tanaman tegak lurus dan tidak bengkok.
  • Terakhir yaitu tutup lubang tanam menggunakan tanah agar berdiri kokoh. Jika perlu dirikan ajir untuk menopang tanaman agar tetap tegak dan tidak roboh

 

Merawat tanaman kopi

Setelah bibit kopi sudah ditanam di tanah galian, tentunya perlu perawatan agar bisa tumbuh dan berbuah dengan maksimal. Untuk merawat tanaman kopi membutuhkan 5 langkah yaitu :

Penyiraman

Penyiraman

Photo on robustafarm.blogspot.com

penyiraman pada bibit tanaman kopi bisa dilakukan secara berkala, dapat dilakukan 2 minggu sekali ketika pada musim kemarau. Walaupun tanaman kopi bisa hidup dengan air yang sedikit, akan tetapi jika disiram secara berkala bisa memacu pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman.

Perlu diingat ketika menyiram jangan sampai air tergenang terlalu lama di sekitar batang  karea bisa menyebabkan akar menjadi busuk.

Penyulaman

Fungsi dari penyulaman adalah agar pertumbuhan tanaman kopi bisa seragam semua. Hal ini bisa dilakukan dengan cara mengontrol tanaman kopi secara intensif sejak ditanam hingga berumur sekitar 6 bulan.

Ketika ada bibit kopi yang terindikasi penyaklit atau mati, makasegera diganti dengan menggunakan bibit kopi cadangan agar pertumbuhan dan perkembangannya bisa seragam semua.

Pemangkasan / pembersihan

Pemangkasan batang tanaman kopi

Photo on 8villages.com

tahapan pemangkasan pada pohon kopi ini bertujuan agar tanaman kopi bisa berkembang dan panen dengan maksimal. Tujuan lainnya adalah untuk memudahkan sinar matahari menyinari tanaman, serta menghilangkan hama yang bisa membuat tanaman mati.

Untuk pemangkasan pada tanaman kopi tidak boleh asal pangkas saja karena bisa menyebabkan tanaman mati. Akan tetapi pemangkasan dilakukan sesuai dengan kebutuhan saja. beriktu ini adalah beberapa macam pemangkasan yang biasanya dilakukan oleh petani kopi yaitu :

  • Pemangkasan bentuk adalah pemangkasan yang bertujuan untuk membentuk tanaman kopi pada saat muda agar sesuai dengan selera petani.
  • Pemangkasan pemeliharaan adalah pemangkasan yang bertujuan untuk menjaga kesehatan tanaman dan menjaga nutrisi yang ada di dalam tanaman kopi.
  • Pemangkasan Produksi adalah pemangkasan yang bertujuan untuk mebuang cabang yang sudah tidak produktif.

Pemupukan

pemupukan pada tanaman kopi

Photo on bibitunggul.co.id

Pemberian pupuk pada saat budidaya tanaman kopi adalah untuk memenuhi kebutuhan nutrrisi yang kurang agar hasil produksi tanaman kopi bisa maksimal. Berikut ini adalah cara untuk memberikan pupuk pada tanaman kopi yaitu :

  • Buatlah lubang melingkar di sekitar tanaman kopi
  • Masukkan pupuk yang sudah disiapkan ke dalam lubang yang sebelumnya sudah dibuat.
  • kemudian tutup kembali dengan tanah galian.

Pemupukan pada tanaman kopi bisa dilakukan sekitar 1-2 tahun sekali dengan kebutuhan untuk satu tanaman sekitar 20 kg. Pupuk yang digunakan bisa memakai pupuk organik maupun buatan/anorganik.

Penyiangan

Penyiangan merupakan kegiatan yang dilakukan untuk membersihkan gulma yang ada di sekitar tanaman kopi. Hal ini memiliki tujuan agar tanaman kopi terhindar dari penyakit dan memperlancar proses pertumbuhan tanaman kopi sejak kecil hingga produksi.

Penyiangan pada tanaman kopi bisa dilakukan setiap 2 minggu sekali pada saat tanaman masih muda. Sedangkan penyiangan untuk tanaman kopi yang dewasa dilakukan seperlunya saja.

Panen

panen kopi

Photo on harnas.co

Tanaman kopi arabika bisa berbuah dan dipanen 3-4 tahun, sedangkan tanaman kopi robusta 2,5-3 tahun apabila dibudidayakan secara intensif . puncak panen budidaya tanaman kopi pada saat tanaman sudah memasuki usia 7-9 tahun dihitung dari pertama kali ditanam.

Buah kopi yang sudah matang berubah warna dari hijau menjadi merah. Pada saat panen tidak bisa sekaligus langsung dipanen semua karena buahnya tidak matang secara bersamaan. Oleh karena itu biasanya membutuhkan waktu sampai sebulan tau lebih untuk memanennya.

Demikianlah penjelasan mengenai cara budidaya tanaman kopi yang dapat kami sampaikan. Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan menjadi referensi bagi teman-teman yang ingan mencoba menanam tanaman kopi.

Jika artikel ini dirasa bermanfaat bisa bantu share dan komen dibawah ini agar kami bisa terus mengupgrade informasi yang berkaitan tanaman kopi.

Show Comments

No Responses Yet

    Leave a Reply