✓ 5 Fase Budidaya Ulat Hongkong (Terlengkap Dan Termudah)

Budidaya ulat hongkong merupakan salah satu bisnis yang mulai dilirik oleh para pengusaha sebagai penghasil uang. Hal itu disebabkan karena semakin banyaknya pecinta burung kicau di Indonesia yang menggunkan ulat hongkong sebagai salah satu makanan untuk burung kicau mereka.

Seiring permintaan dari para pecinta burung kicau akan ulat hongkong, banyak toko-toko burung yang sering kehabisan pakan jenis ini. Itulah yang menyebabkan bisnis ini sangat menggiurkan sekali.

artikel kali ini akan membahas seputar budidaya ulat hongkong. mari kita simak bersama-sama.

Siklus Hidup Ulat Hongkong

Siklus Hidup Ulat Hongkong
Photo on caragigih.id

Ulat hongkong atau disebut dengan MealWorm   merupakan larva dari kumbang beras (Tenebrio molitor). Ulat ini mempunyai panjang sekitar 13-17 mm yang nantinya akan menjadi kumbang dewasa.

Ulat hongkong mempunyai siklus hidup yang sama seperti ulat pada umumnya, yaitu mulai dari telur, lalu menetas menjadi larva (ulat hongkong), setelah itu menjadi pupa (ketika sudah mencapai ukuran masimal), lalu menjadi kumbang muda, dan fase terakhir adalah kumbang dewasa.

Persiapan Awal dalam budidaya Ulat Hongkong

Persiapan Awal dalam budidaya Ulat Hongkong
photo on agromedia.net

Berikut ini adalah beberapa persiapan yang harus disiapkan oleh peternak sebelum memulai budidaya ulat hongkong, yaitu :

  • Siapkan Kandang

Kandang untuk budidaya bisa menyesuaikan tergantung skala ternak yang akan dilakukan oleh peternak. Kandang ini bisa menggunakan wadah seperti triplek atau kotak kayu, kotak plastik, dan toples dengan model kandang single atau bersusun sepeti laci/rak.

Jika kandang yang digunakan adalah triplek, maka bagian sudutnya harus dilapisi dengan menggunakan lakban agar ulat tetap aman di dalam wadah. Sedangkan jika menggunakan wadah plastik, atau toples, pastikan dibagian tutupnya diberi lubang sirkulasi udara.

  • Siapkan Media Untuk Budidaya Ulat Hongkong

Media budidaya ini fungsinya adalah sebagai media tempat tinggal, media untuk bertelur dan juga untuk menjaga kelembaban di dalam kotak agar ulat hongkong tidak cepat mati.

Media untuk tempat tinggal yang bisa dipakai yaitu menggunakan oatmeal dan dedak/bekatul (biasanya untuk pakan ayam). Cara penggunaan tinggal tuangkan ke dalam wadah yang telah disiapkan secara merata hingga tingginya mencapa 2.5 cm dari dasar kotak atau toples .

Sedangkan media untuk tempat bertelur kumbang dewasa adalah kapas. Kapas ini berfungsi untuk memudahkan dalam pemindahan telur.

Selain itu bisa disiapkan beberapa karton untuk di taruh di dalam wadah karena ulat hongkong menyukai tempat yang gelap. karton bisa menggunakan bekas karton telur atau isi dari tisu toilet.

  • Siapkan Indukan Ulat Hongkong

Siapkan ulat hongkong sebanyak 2 kg (500-100 ulat) yang dimasukkan kedalam 1 kandang dengan kriteria panjang kurang lebih 15 mm dan lebar 4 mm. Hal ini bertujuan agar ulat hongkong yang berubah menjadi kepompong bisa berubah secara maksimal.

  • Siapkan Pakan 

untuk pakan bisa meliputi, dedak/bekatul, ampas tahu, potongan apel, potongan kentang, daun seledri, daun selada, limbah sayur, tepung gandum,dan lainnya.

Ulat hongkong bisa memakan semua jenis makanan, akan tetapi yang diprioritaskan adalah makanan yang tidak cepat berjamur apabila di masukkan ke dalam media tinggal ulat.

Cara Budidaya Ulat Hongkong

Cara Budidaya Ulat Hongkong
Photo on tribunnewsbogor.com

Setelah semua persiapan sudah tersedia, langkah selanjutnya adalah cara budidaya ulat hongkong. Budidaya ulat hongkong terbagi menjadi beberapa fase, yaitu :

  1. Fase Pertama

Tuangkan Oatmeal atau dedak/bekatul ke dalam kandang yang nantinya akan menjadi media tempat tinggal bagi ulat hongkong. Untuk tinggi media tempat tinggal untuk ulat adalah ¼ cm yang dihitung dari dasar wadah (kotak kayu, kotak plastik, dan toples). Setelah itu masukkan indukan ulat hongkong dewasa dengan ciri-ciri yang sudah kami sebutkan di atas.

Proses perubahan dari ulat dewasa menjdai kumbang tentunya tidak sebentar, maka dari itu perlu kesabaran dan usaha yang maksimal untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.

Pada fase ini ulat hongkong dewasa diberikan pakan dengan menggunakan potongan buah apel/ potongan kentang/ dan dedak/bekatul. Hal ini dimaksudkan agar mencegah timbulnya jamur yang cepat di dalam kandang karena pakan terlalu banyak mengandung air.

Walaupun ulat hongkong ini bisa makan apa saja, akan tetapi harus dipilah mana yang pertumbuhan jamurnya lambat dan cepat, sehingga ulat tidak keracunan makanan yang menyebabkan kegagalan dalam budidaya. Kemudian kandang bisa ditutup dengan menggunakan penutup dan di letakkan di tempat yang gelap dan hangat.

Pemberian pakan pada ulat hongkong dilakukan secara bertahap saja karena pakan tidak langsung habis dalam satu hari. Dan tentunya harus rutin mengecek  dan membersihkan sisa-sisa makanan yang sudah habis atau sisa pergantian kulit dari ulat hongkong yang ada di dalam kandang.

  1. Fase Kedua

Fase kedua yaitu mengecek bibit ulat hongkong yang sudah berubah menjadi kepompong ketika disimpan di dalam kandang selama 3 bulan atau 90 hari.

Dalam satu kandang tentunya tidak semua ulat honkong berubah menjadi kepompong. Akan tetapi ulat yang memiliki panjang rata-rata 15 mm dan lebar 3 mm yang akan mulai berubah lebih dulu menjadi kepompong selama 7-10 hari secaara bergantian.

Jika ulat hongkong dalam satu kandang sudah berubah menjadi kepompong semua, maka tidak perlu pindah ke kandang lagi. Akan tetapi jika ulat hongkong yang berubah menjadi kepompong sebagian saja, maka harus dipisaknan ke kandang baru agar pertumbuhannya bisa maksimal.

  1. Fase Ketiga

Fase ketiga adalah fase perubahan dari kepompong menjadi kumbang muda yang berwarna putih. Proses ini terjadi ketika kepompong sudah bertahan hidup selama 10 hari.

Pindahkan kumbang muda ke dalam wadah aru yang suda ada media tinggal seperti sebelumnya.

Proses dari kumbang muda menjadi kumbang dewasa ditandai dengan perubahan warna dari putih menjadi hitam pekat. Proses ini memerlukan waktu beberapa hari untuk berubah.

  1. Fase Keempat

Fase ini merupakan proses reproduksi kumbang dengan cara kawin dan bertelur. Di dalam kandang ini berikan kapas yang berfungsi sebagi tempat untuk menaruh telur bagi kumbang betina.

pindahkan kapas yang suda ada telur kumbang ke kandang baru yang sudah diberikan media tinggal. Kemudian berikan kapas lagi agar kumbang bisa kembali meletakkan telur di kapas.

  1. Fase Kelima

Fase ini merupakan fase terakhir yaitu menetasnya telur kumbang menjadi ulat hongkong muda. Biarkan ulat muda ini sampai berumur 30 hari dahulu agar berkembang menjadi ulat dewasa dan pindahkan ke kotak khusus untuk ulat yang sudah dewasa.

Tanda ulat hongkong dewasa yang sudah siap panen yaitu sudah berumur sekitar 50 hari. Itulah 5 fase yang dilalui dalam budidaya ulat hongkong.

Untuk pemberian pakan yang diberikan untuk ulat hongkong muda sama seperti fase pertama yaitu potongan buah apel/ potongan kentang/ dan dedak/bekatul.

Manfaat Dari Ulat Hongkong

Manfaat Dari Ulat Hongkong
Photo on bukalapak.com

Ulat hongkong dimanfaatkan sebagai pakan burung, pakan ikan, pakan hewan reptil, dan beberapa hewan lainnya. Tetapi yang paling sering ditemui adalah sebagai pakan burung.,

Berikut ini adalah beberapa manfaat dari ulat hongkong yaitu :

  • Bisa ebagai pakan selingan (extra fooding) untuk burung
  • meningkatkan energy dan stamina burung kicau
  • Bisa meningkatkan kemampuan produktivitas dan meningkatkan hasrat kawin untuk burung kicau
  • Bisa meningkatkan kualitas kicauan burung
  • Bisa mencemerlangkan kulit pada ikan hias

Beberapa Efek Bahaya Dari Ulat Hongkong Bagi Hewan

Beberapa Efek Bahaya Dari Ulat Hongkong Bagi Hewan
Photo on muraijogjakarta.blogspot.com

Berikuti ini adalah beberapa efek negatif ulat hongkong untuk burung kicau yaitu :

  1. Ulat hongkong mempunyai kandungan lemak yang banyak sehingga bisa membuat burung gemuk dan memberikan efek yang negatif untuk kesehatan burung
  2. Bisa menimbulkan penyakit sakit mata dan pencernaan yang kurang baik jika ulat hongkong yang didapatkan tidak berkualitas.
  3. Ulat hongkong dipercaya bisa hidup beberapa detik ketika kepala nya tidak hancur ketika dimakan yang mana bisa menggerogoti organ dalam hewan yang memakannya.

Demikianlah penjelasan seputar budidaya ulat hongkong yang dapat kami sampaikan. Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan menjadi referensi bagi yang ingin mencoba ternak ulat hongkong.

Jika artikel ini dirasa bermanfaat bisa bantu share dan komen dibawah ini agar kami bisa terus mengupgrade informasi yang berkaitan budidaya ulat hongkong.

Tags:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *