Cara Ternak Jangkrik [TERLENGKAP 2019]

Jangkrik merupakan salah satu hewan omnivora yang masih memiliki kesamaan dengan belalang. Ternak Jangkrik di Indonesia sangat populer sekali karena bisa dimanfaatkan sebagai pakan ikan dan pakan burung kicau.

Bahkan ada juga beberapa jenis jangkrik yang bisa dikonsumsi oleh manusia dengan cara  diolah menjadi kudapan dan bumbu seperti  kerupuk, peyek, dan sebagainya.

Artikel kali ini akan membahas seputar jenis-jenis jangkrik, cara ternak jangkrik, dan sebagainya. Mari kita simak bersama-sama penjelasan dibawah ini.

 

Jenis-Jenis Jangkrik

Spesies jangkrik yang tersebar di Indonesia sangatlah banyak. Akan tetapi tidak semua spesies jangkrik tersebut dikenal oleh masyarakat. Berikut ini adalah beberapa jenis jangkrik yang paling populer di masyarakat untuk dijadikan ternak jangkrik yaitu :

Jangkrik Kalung

Jangkrik kalung memiliki warna hitam kecoklatan dibagian badannya dan terdapat garis kuning dibagian punggungnya. Jangkrik ini memiliki dua ras yaitu jangkrik kalung jerabang dan jaliteng.

Kandungan gizi yang terdapat dalam jangkrik ini termasuk tinggi seperti asam amino tinggi, asam lemak omega -3 dan omega -6, serta protein tinggi.

Jangkrik Jerabang

Jangkrik jerabang dengan nama latin Gryllus Domecticus Linnaeus dapat ditemukan di persawahan atau tanah luas yang memiliki suhu cukup lembab. Jangkrik ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

  • Tubuhnya berwarna merah bata dan agak mengkilat
  • Jerabang jantan memiliki tubuh yang cukup kokoh, bunyinya nyaring dan agak ringan, tidak terlalu gesit, serta kurang berani dari jangkrik lainnya.

Pada saat  musim kawin datang,  jerabang jantan mengeluarkan suara yang halus untuk menarik perhatian jerabang betina, sedangkan jerabang betina menghampiri jerabang jantan dengan mengeluarh\kan suara yang keras dan halus.

Masa kawin ini biasanya terjadi pada saat musim hujan dengan estimasi telur yang dihasilkan oleh indukan jerabang betina sekitar 50-100 telur.

Jangkrik jerabang ini dibudidayakan untuk dimanfaatkan sebagai pakan ikan dan burung kicau walaupun untuk masa panen nya relatif lumayan lama.

Jangkrik Jeliteng

Jangkrik jeliteng yang dikenal dengan nama latin Gryllus Bimaculatus mepunyai habitas seperti jangkrik jerabang. Jangkrik ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

  • Memiliki warna yang hitam pekat, agak mengkilat dan tubuh nya besar.
  • Jeliteng jantan mempunyai warna kuning pada pangkal sayapnya.
  • Jeliteng betina memiliki warna kuning pada pangkal dan pinggir sayap depan, serta kaki yang berwarna kuning kecoklatan.
  • Jeliteng jantan mempunyai tubuh yang kokoh, bunyi yang nyaring dan merdu, pemberani, gesit, dan memiliki semangat juang yang tinggi.

Pada saat masa kawin, jangkrik ini biasanya mendekati lampu yang menyala di rumah-rumah sekitar mereka tinggal. Indukan jeliteng betina bisa menghasilkan telur sekitar 60 – 100 telur dalam sekali kawin.

Jangkrik Gangsir

Jangkrik gangsir atau biasa disebut dengan Brachytrypes Portentosus termasuk jenis Jangkrik yang memiliki ukuran tubuh yang besar. Berikut ini adalah ciri-ciri dari jangrkrik gangsir yaitu :

  • Memiliki panjang badan sekitar 37-44 milimeter.
  • Ukuran kepalanya besar dan memiliki bentuk cenderung persegi, serta sungut peraba atau antena yang panjang.
  • Tubuh bagian atas berwarna coklat hingga coklat gelap dan tubuh bagian bawah berwarna keputih-putihan.
  • Gangsir betina memiliki sayap depan (tegmina) dengan permukaan yang halus, serta ovipositor (alat reproduksi) yang berbentuk panjang menyerupai jarum yang ujungnya seperti tombak.
  • Gangsir jantan memiliki sayap depan yang berpola kerut merut yang berfungsi untuk mengerik dan memiliki alat reproduksi yang dinamakan
  • Gangsir jantan memili suara yang nyaring dan kurang enak didengar, tidak terlalu gesit, kurang berani, dan mudah stress.

Jangkrik ini bisa ditemukan di tepi-tepi lapangan berumput dan menyukai suasana sepi. Mereka membuat dengan cara menggali lubang sedalam 30-60 cm dan akan keluar pada saat malam hari.

Gangsir betina indukan menghasilkan telur sekitar 123 butir dengan masa tetas kurang lebih 56 hari. Jangkrik gangsir ini banyak dibudidayakan untuk dijadikan konsumsi di wilayah asia tenggara terutama di Indonesia dan Thailand.

Jangkrik Alam

Jangkrik alam biasa dikenal dengan sebutan jangkrik madu/jangkrik seliring/jangkrik madu coklat ini tersebar luas di Indonesia. Jangkrik ini warna warna yang cukup cerah yaitu coklat kekuningan serta memiliki masa pembesaran sekitar 30-35 hari (setelah telur menetas), dan cocok sebagai pakan burung kicau.

 

Cara Ternak Jangkrik

Untuk Memulai ternak jangkrik tentunya memerlukan persiapan dan tahapan-tahapan yang harus dilalui oleh peternak agar mendapatkan hasil yang maksimal. Berikut ini adalah cara ternak jangkrik yang mudah untuk pemula yaitu :

Menyiapkan Lokasi Untuk Kandang

Kandang merupakan pendukung penting dalam beternak jangkrik karena sebagai tempat tinggal untuk meletakkan jangkrik.

Lokasi untuk budidaya jangkrik juga harus diperhatikan karena itu akan mempengaruhi hasil yang akan didapatkan. Berikut ini adalah beberapa kriteria lokasi untuk penempatan kandang yaitu :

  • Harus tenang
  • Teduh dan tidak terkena sinar matahari secara langsung
  • Sirkulasi udaranya baik
  • Jauh dari suara bising karena akan membuat jangkrik stres
  • Aman dari predator seperti ayam, laba-laba, cicak, semut, dan sebagainya.

Setelah mendapatkan lokasi yang cocok untuk penempatan kandang, dilanjutkan dengan menyiapkan kandang sesuai dengan selera dan lokasi yang tersedia.

Kandang jangkrik bisa terbuat dari kayu kaso/kayu reng, triplek, kardus plastik, ataupun kotak plastik ukuran besar maupun kecil. Untuk ukuran kandang tidak ada patokan pasti dalam pembuatannya.

Akan tetapi pada umumnya kandang jangkrik berbentuk persegi dengan rincian 200 cm (P) x 100 cm (L) x 50 cm (T). Bagian bawah kandang dibuatkan kaki penyanggah yang nantinya bagian bawah diberi mangkok yang berisi air atau cairan lain yang berfungsi untuk mencegah semut masuk ke dalam kandang.

Sekeliling sisi kandang dilapisi dengan lakban agar jangkrik dewasa maupun jangkrik myang baru menetas tidak keluar dari celah-celah yang ada.  Sedangkan untuk ventilasi udara ditutup dengan menggunakan kasa kawat yang memiliki ukuran halus.

Memilih Bibit Indukan yang Unggul

Memilih bibit yang unggul untuk ternak tentunya suatu hal yang lumrah jika inghin mendapatkan hasil yang baik. Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri indukan jangkrik jantan dan betina yang baik dan unggul yaitu :

  • Bertubuh besar
  • Berumur sekitar 10-20 hari
  • Antenanya panjang, seluruh anggota tubuh lengkap, bisa melopat jauh, gesit, dan memiliki warna yang mengkilat.
  • Hindari jangkrik yang apabila dipegang mengeluarkan cairan baik dari mulut ataupun duburnya.
  • Induk jantan mengeluarkan derikan yang keras serta memiliki permukaan sayap atau punggung yang bergelombang dan kasar.
  • Indukan betina memiliki ovipositor dengan ukuran yang besar yang berfungsi untuk mengeluarkan telur.

Perkawinan Indukan Jangkrik betina dan Jantan

Indukan jangkrik yang sudah siap kawin sudah memiliki sayap dan bulu. Proses perkawinan ini berlangsung secara alami tanpa campur tangan dari peternak jangkrik.

Proses kawin ini ditanda dengan jangkrik jantan mengerik dengan keras yang untuk menarik perhatian jangkrik betina.  Kemudian terjadilah proses pembuahan antara jangkrik jantan dan jangkrik betina. Jangan lupa sediakan wadah berisi pasir yang berfungsi sebagai tempat untuk meletakkan telur yang dikeluarkan oleh jangkrik betina.

Menetaskan Telur Jangkrik

Telur jangkrik akan menetas setelah 7-10 hari, terhitung sejak perkawinan. Maksimal 5 hari setelah induk betina bertelur (sebelum menetas), pisahkan telur-telur tersebut. Hal ini untuk menghindari si induk memakan telurnya sendiri.

Pindahkan ke dalam kandang penetasan telur yang juga sekaligus pembesaran anakan. Warna telur yang telah dibuahi akan berubah dari bening menjadi keruh. Setelah 4-6 hari biasanya telur menetas.

Pada masa penetasan, kelembaban kandang harus terus dijaga dengan penyemprotan air, atau menutup kandang dengan karung goni basah.

Pemberian pakan

Pemberian pakan untuk anak jangkrik yang baru menetas sekitar umur 1-10 hari bisa diberikan voor (makanan ayam) yang terbuat dari kacang kedelai, bers merah dan jagung kering yang sudah dihaluskan.

Anak jangkrik yang telah berumur 10 hari lebih bisa diberikan ubi, singkong, sayuran, dedaunan yang bisa diberikan secara bergantian tiap hari.

Jangkrik dewasa bisa diberikan pakan berupa sayuran, gambas, dan jagung muda. Sedangkan untuk jangkrik yang dalam masa kawin bisa diberikan sawi, wortel, kacang tanah, jagung muda, daun singkong, dan timun, dan lainnya.

Pemeliharaan Kandang

Pemeliharaan kandang wajib dilakukan oleh peternak agar kandang selalu nyaman, bersih, dan terhindar dari segala penyakit dan hama.

  • Membersihkan makanan sisa yang ada di dalam kandang minimal 3 hari sekali
  • Mengganti air dalam wadah yang terletak di kaki penyangga kandang setiap 2 hari sekali.
  • Selalu mengawasi kelembaban yang ada di dalam kandang.
  • Jika jangkrik terkena penyakit atau hama bisa menggunakan vaksin atau obat agar meminimalisir kematian.

Panen Jangkrik

Ternak jangkrik dapat memperoleh 4 keuntungan sekaligus yang bisa didapatkan yaitu :

  • Jangkrik dewasa bisa dijual untuk kebutuhan pakan ikan, reptil, dan burung kicau
  • Ada beberapa jenis jangkrik yang bisa digunakan untuk konsumsi masusia seperti kerupuk jangkrik, peyek jangkrik, dan sebagainya.
  • Jangkrik bisa dijual untuk digunakan sebagai bahan dasar kosmetik dan obat
  • Telur jangkrik bisa dijual kepata peternak lainnya.

Harga jangkrik yang dijual dipasaran berbeda-beda sesuai dengan daerah pemasarannya. Berikut ini adalah bebrapa daftar harga yang ditemukan oleh admin per April 2019 yaitu :

JangkrikHarga
Telur jangkrik Alam/Seliring/Madu200.000/ Kg
Telur Jangkrik Kalung/Genggong150.000/ Kg
Jangkrik di Jakarta30.000  –  45.000/ Kg
Jangkrik di Kediri (petani/peternak)12.000 – 30.000/ Kg
Jangkrik di Kediri (pengepul)40.000 – 45.000/ Kg
Jangkrik di Banjarmasin45.000  – 55.000/ Kg
Jangkrik di Palangkaraya60.000/ Kg
Jangkrik di Lombok45.000  – 60.000/ Kg
Jangkrik di Kalimantan Tengah55.000  – 55.000/ Kg
Jangkrik di kalimantan Timur225.000  – 375.000/ Kg
Jangkrik di Sulawesi Selatan45.000  – 55.000/ Kg
Jangkrik Medan70.000/ Kg
Jangkrik di NTT100.000/ Kg
Jangkrik di Aceh90.000/ Kg

Demikianlah penjelasan mengenai Ternak Jangkrik yang dapat kami sampaikan. Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan menjadi referensi bagi yang ingin mencoba beternak hewan ini.

Jika artikel ini dirasa bermanfaat bisa bantu share dan komen dibawah ini agar kami bisa terus mengupgrade informasi yang berkaitan dengan ternak jangkrik/’ budidaya jangkrik.

Tags:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *