1
91

DIKLATSAR MENWA DI BANDUNG PART 1

Masuk Menwa

DIKLATSAR MENWA DI BANDUNG PART 1

Menwa adalah singakatan dari resimen mahasiswa yang merupakan salah satu UKM (Unit Kegiatan Kampus) di Universitas Ibnu Khaldun Bogor.

Waktu itu sedang ada penerimaan mahasiswa baru di kampus dan UKM membuka stand pendaftaran untuk menarik minat mahasiswa yang akan mendaftar menjadi anggota baru.

UKM di Universitas Ibn Khaldun terbagi menjadi 3 kategori yaitu bidang olahraga, bidang seni kreativitas, dan kategori pengembangan diri.

Menwa masuk kedalam UKM berkategori pengembangan diri yang berbasis kemiliteran mahasiswa.

Menwa membuat saya tertarik karena bisa belajar semi militer yang bagi saya itu adalah sesuatu yang spesial dan luar biasa.

Selain itu pernah terlintas dibenak ingin menjadi seorang tentara setelah saya menyelesaikan kuliah.

Akhirnya saya memutuskan untuk masuk ke dalam ukm Menwa dan menjadi Casis (calon siswa) sampai dilaksanakan Diklatsar (pendidika dan latihan dasar).

Diklatsar Menwa Mahawarman gelombang II tahun anggaran 2015/2016 diadakan pada tanggal 23 januari 2016 – 8 februari 2016 yang bertempat di Dodik Secata Pangalengan, Bandung, Jawa Barat.

Langkah Awal Sebelum Pra Diklatsar

DIKLATSAR MENWA DI BANDUNG PART 1

Ada beberapa tahapan yang harus dilewati oleh Casis sebelum bisa mengikuti Diklatsar di Bandung.

Tahap awal adalah melakukan tes fisik yang mana tes ini menitikberatkan pada fisik yang kuat serta ketahanan tubuh yang prima.

Tes fisik ini meliputi 5 jenis olahraga yaitu lari, push up, sit up, pull up dan shuttle run.

Peserta tes diharapkan mencapai hitungan yang maksimal dalam waktu 60 detik , semakin banyak tentunya semakin bagus.

Pelaksanaan tes ini dituntut untuk berlari sebanyak 8 putaran atau 3200 meter dengan waktu secepat-cepatnya.

Untuk nilai 100 yang dicapai oleh Casis dari gerakan push up, sit up, dan pull up adalah sebanyak 43 kali. sedangkan untuk shuttle run  atau lari membentuk angka 8 dilaksanakan sebanyak 3 kali dengan waktu yang secepat-cepat nya.

Tahap kedua adalah tes kesehatan yang diadakan di rumah sakit salak yang berlokasi di JL. Jenderal Sudirman, No. 8 Sempur Bogor Tengah, Bogor , Jawa Barat.

Saya dan beberapa Casis yang lainnya dites mulai dari memeriksa tensi darah, denyut nadi, berat badan, tinggi badan, riwayat penyakit, tes rabun, dan beberapa lainnya.

Tes kesehatan ini berguna untuk mengetahui kondisi kesehatan Casis agar ketika mengikuti rangkaian Diklatsar bisa maksimal.

Setelah tes kesehatan dilaksanakan dan ketahuan ada indikasi penyakit berat yang jika dipaksakan untuk ikut bisa membahayakan, maka langsung dianggap gugur.

Pra Diklatsar Menwa

DIKLATSAR MENWA DI BANDUNG PART 1

Tahap ketiga adalah mengikuti Pra Diklatsar yang diadakan oleh komandan Menwa Batalyon VII/Suryakancana yang berlokasi di Mako Menwa Mahawarman Batalyon VII/Suryakancana (Komplek Kampus MB-IPB Jl. Raya Pajajaran Bogor).

Pra Diklatsar ini adalah nama khusus bagi Casis sebelum mengikuti pendidikan dasar di Dodik Secata Pangalengan, Bandung, Jawa Barat.

Materi yang diajarkan di Pra Diklatsar ini meliputi baris-berbaris, tata upacara, PUDD atau peraturan umum dinas dalam (materi ini seputar cara melapor, menerima lamporan yang biasa dipakai didalam militer), serta PPM (cara penghormatan)  dan lain sebagainya.

Selain materi-materi diatas, Casis juga dibiasakan makan ala militer. sehingga ketika pendidikan tidak kaget ketika harus makan dengan cepat dan dihitung oleh pelatih.

Pada tahap ini para Casis dilatih selama tiga sampai 4 hari oleh para anggota Menwa satuan agar terbiasa ketika Diklatsar kelak.

Tidak berhenti di situ saja, setelah mengikuti Pra Diklatsar yang diadakan oleh batalyon. akan tetapi Casis masih harus mengikuti tahap terakhir sebelum berangkat Diklatsar.

Tahap akhir yaitu Pra Diklatsar yang diadakan oleh komandan kompi B Universitas Ibn Khaldun.

Materi yang diajarkan kurang lebih sama seperti yang di adakan oleh Batalyon.

Hanya saja ada beberapa tambahan seperti membuat simpul, membuat tenda dan sebagainya.

kami melaksanakan Pra Diklatsar kompi di kampus tercinta selama 2 hari sebelum hari H untuk berangkat ke Bandung.

Setelah semua tahapan selesai dilakukan Casis siap untuk diberangkatkan Diklatsar.

Persiapan Dan Keberangkatan

DIKLATSAR MENWA DI BANDUNG PART 1

https://bangdol.files.wordpress.com

Yang tak kalah penting dari tahapan-tahapan seleksi dan Pra Diklatsar yaitu menyiapkan perlengkapan yang harus dibawa untuk Diklatsar selama 17 hari di Bandung, Jawa Barat.

Perlengkapan yang harus kami siapkan ketika sebelum berangkat adalah :

  • Tas ransel T45
  • Seragam PDL hijau polos 1 pasang
  • Kopel ikat pinggang
  • Kaos hijau polos 2-3 pasang
  • Kompor dan nesting/misting
  • Korek api
  • Dahrim
  • Topi pet warna hijau
  • Ponco (Jas hujan kelelawar)
  • Veldpless atau tempat minum
  • Sepatu PDL kulit jeruk
  • Parafin
  • Alat tulis
  • Matras
  • Obat pribadi
  • Kantong plastik trash bag
  • Senter
  • Penggaris Busur, dan lainnya.

Semua barang tersebut sudah siap, kami langsung memasukkannya ke dalam kantong plastik trash bag supaya rapi dan ketika hujan tidak basah.

Setelah semua masuk ke dalam kantong plastik trash bag, langsung kami masukkan ke dalam tas T45 yang sudah siap pakai.

Jam 11 malam saya bersama dengan 6 teman lainnya beserta beberapa senior bersiap-siap dengan menggunakan seragam lengkap dan menunggu keberangkatan.

Tepat jam 12 malam kami berangkat ke Bandung menggunakan mobil elf yang disediakan oleh kampus.

Kedatangan

DIKLATSAR MENWA DI BANDUNG PART 1

Rombongan kami sampai di Dodik Secata Pangalengan sebelum shubuh.

Kami pun langsung menghadap pelatih yang ada di lokasi dan  diarahkan untuk mengambil helm dengan nomor urut yang sudah ditentukan.

Kebetulan saya mendapatkan helm dengan nomor urut 149 yang menandakan saya adalah siswa nomor 149.

Kami satu angkatan berjumlah 155 orang yang berasal dari 22 perguruan tinggi se- Jawa Barat.

Setelah itu kami langsung menuju barak untuk memasukkan tas ransel dan bersiap untuk sholat shubuh berjamaah di aula.

Kegiatan pertama setelah sholat shubuh adalah senam pagi yang dipimpin langsung oleh TNI AD yang kebetulan menjadi pelatih di Diklatsar kali ini.

Setelah matahari terbit sekitar jam 6 pagi, kami semua dipersilahkan kembali ke barak dan persiapan untuk makan pagi.

Kami makan menggunakan nesting/misting yang sudah dipersiapkan sebelum berangkat Diklatsar.

Sebelum proses makan dimulai, kami disuruh untuk berbaris dan jalan jongkok menuju lapangan yang tadi pagi digunakan untuk senam pagi.

Setelah semua dapat bagian makan pagi, tidak semerta-merta langsung makan. Akan tetapi ada peraturannya ketika sebelum makan sampai proses makan selesai.

Pertama, melepas dan meletakkan  helm dan kopel di samping kanan atau kiri, sedangkan veldplees diletakkan di bagian depan supaya ketika membutuhkan minum bisa langsung dijangkau.

Kedua, posisi badan tegak dan nesting/misting berada di bawah dagu.

ketiga, ketika mau minum dari veldpless tidak boleh langsung sekaligus, akan tetapi sedikit-sedikit dengan menggunakan tutupnya.

Keempat, salah satu teman kami maju kedepan dan melapor kepada pelatih bahwa makan siap dilaksanakan.

Teman kami yang tadi pun memimpin doa makan dan kembali ke posisi duduk nya kembali.

Kelima, pelatih pun mempersilahkan untuk makan dan diberikan waktu 5 menit untuk menghabiskannya.

Apabila dalam waktu 5 menit ada salah satu yang  belum habis maka satu angkatan mendapatkan hadiah dari pelatih.

Makan telah selesai dan kami kembali ke dalam barak untuk persiapan upacara pembukaan yang akan dilaksanakan di lapangan inti.

Bersambung….

DIKLATSAR MENWA DI BANDUNG PART 1

Source Facebook

Show Comments

No Responses Yet

    Leave a Reply