222

DIKLATSAR MENWA DI BANDUNG PART 2

Setiap pelatihan yang diadakan dengan berbasis militer maupun semi militer pasti identik dengan upacara pembukaan.

Begitu juga dengan Diklatsar Menwa Mahawarman gelombang II tahun anggaran 2015/2016 yang pada tanggal 23 januari 2016 diawali dengan upacara pembukaan.

Upacara Pembukaan Diklatsar

DIKLATSAR MENWA DI BANDUNG PART 2

Source facebook

Upacara pembukaan diklatsar Menwa diadakan di lapangan inti Dodik Secata Pangalengan.yang dimulai sekitar jam 08.45 dengan menggunakan formasi upacara segaris atau berbanjar.

Setelah itu dilanjutkan dengan penyematan tanda pelatih dan siswa oleh pemimpin upacara serta pembacaan janji siswa pendidikan.

Janji Siswa

Kami Siswa Resimen Mahasiswa Mahawarman

Berjanji

  1. Akan menjunjung tinggi dan setia pada pancasila dan undang undang dasar 1945
  2. Akan senantiasa menjunjung tinggi derajat dan martabat pendikan
  3. Sanggup dengan penuh kesadaran menjalankan semua ketetentuan yang tertulis maupun tidak tertulis yang berlaku dalam lingkungan pendidikan
  4. Menyadari bahwa pendidikan dasar resimen mahasiswa mahawaraman ini bekerja dengan prinsip kehormatan sebagai dasar

Pembacaan janji siswa telah selesai dan dilanjutkan dengan amanat dari  komandan rindam III Siliwangi selaku inspektur upacara yaitu:

  1. Pendidikan dan latihan dasar ini menanamkan dan meningkatkan semangat pantang menyerah serta bela negara bagi calon anggota resimen mahasiswa mahawarman
  2. Diksar ini adalah wadah untuk membentuk anggota Menwa yang memiliki keimanan dan ketaqwaan kepada tuhan yang maha esa, memiliki sikap dan prilaku rela berkorban untuk negara serta setia dan cinta kepada tanah air serta meningkatkan disiplin, tanggung jawab, dan kemampuan bagi setiap individu.
  3. Dengan dilaksanakan pendidikan dasar Menwa ini diharapkan agar mahasiswa memperoleh berbagai kemampuan dasar kemiliteran untuk mewujudkan sikap maupun mental yang tangguh guna menghadapi tugas dan kewajibannya sebagai warga negara dalam membela tanah air tercinta dan membantu menegakkan disiplin serta contoh bagi masyarkat yang lain.

Masa Orientasi Siswa

DIKLATSAR MENWA DI BANDUNG PART 2

Source facebook

Masa orientasi siswa atau bisa desebut dengan MOS adalah kegiatan lanjutan yang dilakukan setelah upacara pembukaan tadi pagi.

Setelah upacara pembukaan masih ada beberapa acara lanjutan sampai datang waktu dzuhur yang menandakan ISHOMA bagi para pelatih dan siswa.

Kami sama-sama makan siang di aula yang sekaligus dijadikan sebagai tempat sholat.

MOS ini dibuka oleh Danmen (komandan Menwa) tepat sekitar jam 13.35 yang berlokasi di lapangan yang lokasinya berdekatan dengan lapangan utama yang ditandai dengan suara tembakan.

Semua siswa langsung terkejut ketika ada suara tembakan tersebut.

Pelatih dari TNI AD langsung menginstrusikan kepada kami agar mengikuti bendera yang dibawah oleh beliau.

Semua siswa wajib mengikuti instruksi tersebut tanpa terkecuali.

Ada beberapa aba-aba yang pelatih berikan kepada siswa. pertama, ketika bendera diputar maka tanda siswa harus berguling mengikuti bendera.

Kedua, ketika bendera digeser hamper menyentuh tanah maka tanda siswa harus merayap mengikuti bendera.

Hal itu berlanjut sampai pelatih menyuruh untuk selesai.

setelah puas merayap dan berguling kami dipindahkan ke lokasi selanjutnya.

Lokasi selanjut nya adalah merayap di bawah kawat yang dilanjutkan dengan memasuki “kolam keramat” yang ada di Dodik Secata Pangalengan.

kami melanjutkan perjalanan dengan berjalan jongkok mengitari Dodik Secata sampai menuju barak.

Itulah cerita hari pertama kami setelah sah menjadi siswa Diklatsar Menwa.

Masa Pendidikan

DIKLATSAR MENWA DI BANDUNG PART 2

Source facebook

Diklatsar Menwa ini dilaksanakan selama 17 hari sejak tanggal 23 Januari 2016 – 8 Februari 2016.

Angkatan kami dibagi menjadi 15 regu yang masing-masing regu terdiri dari 10 – 11 orang.

Setelah kami berada di lokasi diklatsar selama 2-3 hari, kami diberi senjata garrand yang mempunyai berat sekitar 2 kg.

Pelatih berpesan bahwa senjata tersebut bagaikan istri kita sehingga kita harus menjaganya 24 jam.

Ketika senjata tersebut terlepas dari tangan kita maka bersiap akan mendapatkan hadiah dari provost Menwa yang selalu siaga memantau siswa.

Kami menghabiskan waktu di dalam Dodik Secata Pangalengan selama 7 hari untuk mendapatkan berbagai materi yang sudah disiapkan oleh pelatih.

Tidak hanya pemateri dari satuan Menwa saja yang mengisi, akan tetapi ada juga materi yang disampaikan oleh TNI AD.

Beberapa materi yang kami dapatkan selama 7 hari antara lain adalah :

  • PBB (peraturan baris berbaris)
  • PPM (peraturan penghormatan militer)
  • PUDD (peraturan urusan dinas dalam)
  • Alarm Stelling atau bisa juga disebut alarm siaga ketika ada musuh yang menyerang.
  • Apel Bersenjata
  • TUP (tata upacara militer)
  • Ilmu Medan, Peta Dan Kompas (Impk) Navigasi Darat
  • Rappelling (latihan naik dan turun gunung)
  • Membuat Bivak (tenda dari ponco)
  • BDM (bela diri militer)
  • Bongsang (bongkar pasang senjata)
  • Taktikpur (taktik tempur)
  • Penyamaran
  • dan lain sebagainya.

Materi tersebut diajarkan semua selama 7 hari di dalam Dodik Secata Pangalengan sebelum kami meninggalkan untuk melakukan latganda (latihan berganda) dan long march dari Bandung – Garut.

Latganda Menyusuri Pangalengan

DIKLATSAR MENWA DI BANDUNG PART 2

Source facebook

Latihan selama 7 hari di dalam Dodik Secata Pangalengan telah usai dan saatnya untuk latganda (latihan berganda) yang dilaksanakan kurang lebih selama 10 hari.

Latganda  ini meliputi latihan menembak, caraka malam, survival, navigasi darat, dan long march dengan rute dimulai dari secata pangalengan hingga ke Pantai Ranca Buaya Garut.

Latihan ini juga diawali dengan upacara pembukaan terlebih dahulu sebelu berangkat.

Sebelum itu para siswa diberikan waktu untuk mengemas semua barang bawaan yang ada di barak karena semua itu akan dibawa ketika upacara dan Long march.

Setelah semua siswa berkumpul di lapangan dengan membawa semua perlengkapan, maka upacara sudah siap dilaksanakan.

Upacara pembukaan latganda telah selesai dilaksanakan dengan tanda suara dentuman yang keras dan mengharuskan siswa langsung berlari ke ujung lapangan untuk tirap.

Daerah yang pertama kami tuju setelah upacara ditutup adalah lapangan tembak cisalawe yang berada di Banjarsari, Pangalengan, Bandung.

Kami berjalan beberapa kilometer dan akhrirnya berhenti di masjid untuk melakukan ISHOMA.

Setelah itu kami melakukan caraka malam hingga menuju lapangan tembak cisalawe dan tiba dilokasi sebelum shubuh.

Kami langsung menggelar matras sebagai alas tidur dan ponco sebagai selimut.

Latihan menembak

DIKLATSAR MENWA DI BANDUNG PART 2

Source facebook

Pagi hari itu kami mulai memasak menggunakan kompor lapangan dan Nesting untuk masak nasi dan lauk yang telah disiapkan oleh pelatih.

Masing masing kelompok diberikan satu plastik bahan baku untuk makan satu regu..

Kami diajari cara memegang ular dan menyembelihnya serta meninum darahnya.

Berhubung saya dan beberapa teman dari kampus islam bersepakat untuk tidak makan daging ular dan minum darah ular .

Selain itu kami diajari oleh pelatih dari TNI AD tata cara menembak yang baik dan benar.

Setiap orang diberikan 10 peluru dalam satu magazine (tempat peluru) dan menembakkannya ke sasaran tembak yang sudah disiapkan.

Kebetulan giliran saya menembak dan hasilnya pun cukup memuaskan walaupun banyak yang meleset. he he he

Waktu berasa cepat sekali sdh waktu nya sore hari.

Kami diperintahkan untuk membuat bivak (tenda) di bukit dan harus jadi sebelum gelap.

Secepat kilat semua regu bergegas menuju bukit dan mencari lokasi yang nyaman untuk mendirikan bivak (tenda) masing-masing.

Singkat cerita beberapa hari telah kami lewati di lapangan tembak dan saatnya kami bergeser menuju latihan selanjutnya.

Long march menuju Pantai Ranca Buaya Garut

DIKLATSAR MENWA DI BANDUNG PART 2

Source facebook

Selama di dalam barak kami diberi materi tentang lagu-lagu Menwa yang nantinya akan terpakai ketika latganda dan long march.

diantara lagu tersebut adalah :

DERAP LANGKAH
Derap langkah nan gagah perkasa
Seirama dan satu suara
Sambil bernyanyi lagu hura-hura
Itulah kami Menwa  Mahawarman
Ayun kakimu kiri dan kanan (kiri kanan)
Atur jarak jaga kerapian
Jangan sampai merusak barisan
Banjar dan safnya harus diluruskan
Banjar dan safnya harus diluruskan

LONG MARCH

Long march adalah jalan jauh
Yang harus kita tempuh dengan semangat satria
Naik gunung (naik gunung)

Turun gunung (turun gunung)

Tiada mengenal lelah
Kaki lecet sepatu diseret
Kerongkongan haus dahaga

Perut lapar badan gemetar
Tetapi tetap kutahan

Siap tunggu perintah

Lagu tersebut dinyanyikan ketika latganda dan long march yang membuat kami selalu semangat dalam berjalan kaki yang berjarak lebih dari 80 kilometer.

Setelah sampai di Pantai Ranca Buaya Garut, kami mendirikan bivak dan bermalam beberap hari di sana sambil melakukan latihan BDM, Bongsang, dan taktikpur yang akan ditampilkan ketika penutupan nanti.

Penutupan latganda dan long march dilaksanakan di Pantai Ranca Buaya dan kami kembali menuju Dodik Secata Pangalengan menggunakan truk.

Penutupan

DIKLATSAR MENWA DI BANDUNG PART 2

Source facebook

Semua rangkaian kegiatan Diklatsar telah kami lewati dengan baik dan saat nya untuk penutupan.

Agenda ini dilaksanakan pada tanggal 8 februari 2016 di lapangan inti seperti upacara sebelumnya.

Upacara ini berbeda dengan sebelumnya karena ada tambahan penampilan BDM, Bongsang, dan taktikpur yang diperagakan oleh siswa diklatsar.

Acara terakhir  adalah pembaretan yang langsung dibaretkan oleh orang tua masing masing.

Kami yang orang jauh hanya menunggu senior untuk memakaikan baret.

Banyak orang tua yang ketika memakaikan baret kepada anaknya terharu dengan apa yang telah dicapai oleh anaknya.

Acara telah selesai ditutup dan dilanjutkan pulang ke satuan masing-masing.

Sekian.

Show Comments

No Responses Yet

    Leave a Reply