1
18

✓ 11+ Tahap Budidaya Ulat Jerman (Terlengkap dan Termudah)

Budidaya ulat jerman tentunya menjadi sorotan bagi pengusaha yang bergerak dalam lingkup pakan hewan. Sebab hewan satu ini merupakan pakan favorit untuk burung kicau, ikan arwana, reptil, dan beberapa hewan lainnya.

Ulat ini mempunyai kandungan gizi yang tinggi yang membuatnya menjadi makanan favorit dari hewan-hewan diatas. Untuk budidayanya pun tidak terlalu susah asalkan telaten dan sabar.

artikel kali ini akan membahas tentang tahapan budidaya ulat jerman untuk pemula. mari kita simak bersama-sama.

Siklus Hidup Ulat Jerman

Kumbang dewasa (zophobas morio)

Kumbang dewasa Photo on en.wikipedia.org

Ulat Jerman atau superworms merupakan larva yang berasal dari kumbang hitam (zophobas morio). Ulat ini melalui siklus hidup yang dinamakan metamorfosis sempurna.

Hal itu ditandai dengan empat tahapan penting yaitu telur, larva, kepompong, dan kumbang. Berikut ini adalah tahapan lengkapnya :

  1. Tahap Telur -> telur ini meneta setelah berumur 7-10 hari setelah di keluarkan oleh kumbang dewasa betina.
  2. Tahap larva -> telur menetas akan menjadi ulat jerman yang mana ulat ini dijadikan makanan hewan peliharaan untuk burung, ikan, dan sebagainya.
  3. Tahap kepomong -> ulat dewasa yang sudah berumur sekitar 30 hari akan menjadi kepompong. Tahap ini ulat tidak membutuhkan makan, akan tetapi perlu dijaga agar nantinya bisa menjadi kumbang dewasa.
  4. Tahap kumbang muda dan kumbang dewasa -> Masa kepompong sudah usai dan akhirnya menjadi kumbang muda. Kumbang muda ini berwarna putih dan berubah menjadi warna merah, dan akhirnya berubah menjadi kumbang dewasa dengan warna hitam pekat. Proses ini memakan waktu 24 jam.

Kumbang betina dewasa mampu menghasilkan 500 telur selama masa hidupnya, dan akan mati dengan sendirinya jika sudah tidak produktif.

Masa hidup kumbang kurang lebih 4-5 bulan saja. kehamilan pada kumbang betina ditandai dengan perutnya membesar dan sayapnya terbuka.

 

Persiapan Awal

Berikut ini adalah beberapa persiapan yang harus disiapkan sebelum memulai budidaya ulat Jerman, yaitu :

  • Siapkan Kandang

kandang ulat jerman

Kandang model susun Photo on kitchendecor.club

Kandang untuk budidaya bisa menyesuaikan tergantung skala ternak yang akan dilakukan oleh peternak. Kandang ini bisa menggunakan wadah seperti triplek atau kotak kayu, kotak plastik, dan toples dengan model kandang single atau bersusun sepeti laci/rak.

Jika kandang yang digunakan adalah triplek, maka bagian sudutnya harus dilapisi dengan menggunakan lakban agar ulat tetap aman di dalam wadah. Sedangkan jika menggunakan wadah plastik, atau toples, pastikan dibagian tutupnya diberi lubang sirkulasi udara.

  • Siapkan Media Untuk Budidaya

Pollard gandum

Pollard Gandum Photo On Bukalapak.com

Media budidaya ini fungsinya adalah sebagai media tempat tinggal, media untuk bertelur dan juga untuk menjaga kelembaban di dalam kotak agar ulat jerman tidak cepat mati.

Media untuk tempat tinggal yang bisa dipakai yaitu menggunakan oatmeal, Pollard Gandum, dan dedak/bekatul/voer ayam. Cara penggunaan tinggal tuangkan ke dalam wadah yang telah disiapkan secara merata hingga tingginya mencapa 2.5 cm dari dasar kotak atau toples .

Sedangkan media untuk tempat bertelur kumbang dewasa adalah kapas. Kapas ini berfungsi untuk memudahkan dalam pemindahan telur.

Selain itu bisa disiapkan beberapa karton untuk di taruh di dalam wadah karena ulat jerman menyukai tempat yang gelap. karton bisa menggunakan bekas karton telur atau isi dari tisu toilet.

  • Siapkan Indukan

Larva (Ulat Jerman)

Photo on en.wikipedia.org

Siapkan ulat Jerman sebanyak 2 kg (500-1000 ulat) yang dimasukkan kedalam 1 kandang dengan kriteria panjang kurang lebih 15 mm dan lebar 4 mm. Hal ini bertujuan agar ulat jerman yang berubah menjadi kepompong bisa secara maksimal.

  • Siapkan Pakan 

pakan ulat jerman

pakan ulat jerman Photo on wikihow.com

untuk pakan bisa meliputi, ampas tahu + Tepung terigu, potongan apel, potongan kentang, daun seledri, daun selada, limbah sayur dan lainnya.

Ulat Jerman bisa memakan semua jenis makanan, akan tetapi yang diprioritaskan adalah makanan yang tidak cepat berjamur apabila di masukkan ke dalam media tinggal ulat.

 

Cara Budidaya Ulat Jerman

Setelah semua persiapan sudah tersedia, langkah selanjutnya adalah cara budidaya ulat jerman. Budidaya ulat jerman terbagi menjadi beberapa tahap, yaitu :

  1. Tahap Pertama

menuangkan media tinggal di wadah

Photo on chameleonforums.com

Tuangkan Oatmeal atau dedak/bekatul ke dalam kandang yang nantinya akan menjadi media tempat tinggal bagi ulat jerman. Untuk tinggi media tempat tinggal untuk ulat adalah ¼ cm yang dihitung dari dasar wadah (kotak kayu, kotak plastik, dan toples). Setelah itu masukkan indukan ulat jerman dewasa dengan ciri-ciri yang sudah kami sebutkan di atas.

Proses perubahan dari ulat dewasa menjadi kumbang tentunya tidak sebentar, maka dari itu perlu kesabaran dan usaha yang maksimal untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.

Pada Tahap ini ulat jerman dewasa diberikan pakan dengan menggunakan potongan buah apel/ potongan kentang/ atau ampas tahu yang dicampur dengan tepung terigu. Hal ini dimaksudkan agar mencegah timbulnya jamur yang cepat di dalam kandang karena pakan terlalu banyak mengandung air.

Walaupun ulat ini bisa makan apa saja, akan tetapi harus dipilah mana yang pertumbuhan jamurnya lambat dan cepat, sehingga ulat tidak keracunan makanan yang menyebabkan kegagalan dalam budidaya. Kemudian kandang bisa ditutup dengan menggunakan penutup dan di letakkan di tempat yang gelap dan hangat.

Pemberian pakan pada dilakukan secara bertahap saja karena pakan tidak langsung habis dalam satu hari. Dan tentunya harus rutin mengecek  dan membersihkan sisa-sisa makanan yang sudah habis atau sisa pergantian kulit dari ulat jerman yang ada di dalam kandang.

  1. Tahap Kedua

Kepompong Ulat Jerman

Kepompong Ulat Jerman Photo on Facebook,.com

Tahap kedua yaitu mengecek bibit ulat jerman yang sudah berubah menjadi kepompong ketika disimpan di dalam kandang selama 3 bulan atau 90 hari.

Dalam satu kandang tentunya tidak semua ulat honkong berubah menjadi kepompong. Akan tetapi ulat yang memiliki panjang rata-rata 15 mm dan lebar 3 mm yang akan mulai berubah lebih dulu menjadi kepompong selama 7-10 hari secaara bergantian.

Jika ulat jerman dalam satu kandang sudah berubah menjadi kepompong semua, maka tidak perlu pindah ke kandang lagi. Akan tetapi jika ulat jerman yang berubah menjadi kepompong sebagian saja, maka harus dipisaknan ke kandang baru agar pertumbuhannya bisa maksimal.

  1. Tahap Ketiga

Kumbang Muda

Kumbang Muda yang berwarna merah Photo on en.wikipedia.org

Tahap ketiga adalah perubahan dari kepompong menjadi kumbang muda yang berwarna putih. Proses ini terjadi ketika kepompong sudah bertahan hidup selama 10 hari. Pindahkan kumbang muda ke dalam wadah baru yang sudah ada media tinggal seperti sebelumnya.

Proses dari kumbang muda menjadi kumbang dewasa ditandai dengan perubahan warna dari putih menjadi hitam pekat. Proses ini memerlukan waktu beberapa hari untuk berubah.

  1. Tahap Keempat

Kumbang Muda

Kumbang Muda Photo on wikihow.com

Tahap ini merupakan proses reproduksi kumbang dengan cara kawin dan bertelur. Di dalam kandang ini berikan kapas yang berfungsi sebagi tempat untuk menaruh telur bagi kumbang betina.

pindahkan kapas yang suda ada telur kumbang ke kandang baru yang sudah diberikan media tinggal. Kemudian berikan kapas lagi agar kumbang bisa kembali meletakkan telur di kapas.

  1. Tahap Kelima

Telur Kumbang

Telur Kumbang Photo on wikihow.com

Tahap ini merupakan Tahap terakhir yaitu menetasnya telur kumbang menjadi ulat jerman muda. Biarkan ulat muda ini sampai berumur 30 hari dahulu agar berkembang menjadi ulat dewasa dan pindahkan ke kotak khusus untuk ulat yang sudah dewasa.

Tanda ulat jerman dewasa yang sudah siap panen yaitu sudah berumur sekitar 50 hari. Itulah 5 Tahap yang harus dilalui untuk budidaya ulat jerman.

Pola tersebut berputar terus hingga Kumbang betina mati dan tidak bisa bertelur lagi. Untuk pemberian pakan yang diberikan untuk ulat jerman muda sama seperti Tahap pertama.

 

Manfaat Ulat Jerman

ulat jerman untuk makanan reptil

ulat jerman untuk makanan reptil Photo on babadookpotter.com

Ulat Jerman mempunyai banyak manfaat yang bisa dimanfaatkan untuk hewan peliharaan (burung, ikan, reptile, dan lainnya) maupun untuk bisnis kemersil seperti kosmetik dan minyak goreng.

kandungan gizi yang terdapat pada ulat ini lebih tinggi dari pada ulat jerman. Berikut komposisi kandungan gizi yang ada di dalam ulat jerman yaitu:

  • Kandungan Protein : 19,06 %
  • Kandungan Lemak : 14,19 %
  • Kandungan kalsium : 173 ppm
  • Kandungan serat kasar : 2,60 %

Berikut ini adalah beberapa manfaat dari ulat jerman sebagai pakan untuk burung, yaitu :

  • Memberikan daya tahan yang lebih prima kepada burung
  • Tidak membuat burung over birahi (panas)
  • Kandungan khitin yang ada di dalam ulat jerman hanya sedikit sehingga aman dan mudah untuk dicerna
  • Membuat suara burung kicau lebih indah, keras, dan merdu
  • Membantu pembentukan sel jaringan tubuh bagi burung muda
  • Meningkatkan energy dan stamina burung
  • Membuat warna burung menjadi lebih indah dan mengkilap

 

Penyebab Ulat Jerman Mati

ulat jerman mati

Photo on sonjarants.weebly.com

Ulat jerman mati ketika dalam proses budidaya itu merupakan hal yang wajar. Tetapi hal itu bisa diatasi dengan pencegahan agar ulat tidak mati.

Berikut ini adalah beberapa faktor penyebab ulat jerman mati yaitu :

Media Tinggal 

Media tinggal ini merupakan tempat Kumbang dewasa dan Larva (Ulat Jerman) untuk melakukan perkembangbiakan dan menghabiskan masa hidupnya. Media bisa berupa Oatmeal (ternak skala kecil), Pollard gandum, dan dedak halus/bekatul/voer ayam.

Media yang digunakan tentunya harus steril dan baik agar ulat tidak mati. Untuk mensterilkan pollard gandum atau dedak bisa dengan cara di oven terlebih dahulu(baik oven tradisional atau modern) atau dengan cara diayak.

Hal ini berfungsi agar pollard gandum dan dedak steril dari hewan-hewan pengganggu seperti ulat kelil dan kepik.

Tentu saja tidak lupa agar selalu membersihkan media tinggal dengan teratur agar tidak kotor yang bisa menimbulkan jamur dan lembab di dalamnya. Biasanya kotoran ini terdiri dari sisa makanan, sisa pergantian kulit, dan kotoran dari ulat jerman itu sendiri.

Pemberian Pakan 

Pastikan ulat jerman selalu diberikan pakan yang teratur agar tidak memangsa ulat lainnya yang lebih kecil atau yang sedang dalam proses pergantian kulit.

Pemberian pakan sebaiknya dilakukan 2x sehari yaitu pada pagi hari dan malam hari.  Untuk pakan ini bisa menggunakan ampas tahu, potongan sayur, potongan buah dan sebagainya.

Hama

Kandang  harus benar-benar di jaga agar hama tidak masuk ke dalamnya dan menyebarkan penyakit yang membuat ulat jerman mati. Hama ini bisa berupa Semut Merah/Api, curut, burung gereja, ngenat, cicak, kumbang kecil, kecoa dan lainnya.

Suhu

Ulat jerman bisa beradaptasi dengan cuaca dingin maupun panas dengan suhu 20-29 derajat. Oleh karena itu pengaturan suhu yang mkurang baik bisa menyebabkan kematian pada ulat jerman.

 

Show Comments

No Responses Yet

    Leave a Reply